Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Nov 2025 12:06 WIB

Ponorogo Resmi Ditetapkan Sebagai Kota Kreatif UNESCO


					Ponorogo Resmi Ditetapkan Sebagai Kota Kreatif UNESCO Perbesar

Foto: dok. Kominfo Ponorogo

 

PanselaNews.com [PONOROGO] – Ponorogo kini resmi menyandang status sebagai Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) untuk bidang Craft and Folk Art (Kriya dan Seni Pertunjukan Rakyat).

Penetapan bergengsi ini diumumkan bertepatan dengan perayaan Hari Kota Sedunia (World Cities Day) 2025 pada Jumat(31/10/2025) dan dipublikasikan di laman resmi unesco.org.

Keberhasilan ini melengkapi pengakuan Ponorogo di kancah global. Sebelumnya, Reog Ponorogo telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage (ICH). Dengan dua entitas pengakuan dari UNESCO tersebut, Ponorogo kini semakin kokoh memposisikan budayanya sebagai motor penggerak daerah.

BACA JUGA  2 Bulan Tak Pulang Ke Rumah, Dwi Hastuti Warga Baturetno Wonogiri Dilaporkan Hilang 

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa UCCN adalah puncak dari upaya panjang dalam memajukan kebudayaan dan ekonomi kreatif. “Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Ponorogo. Gelar Kota Kreatif UNESCO kategori kerajinan dan seni rakyat adalah pengakuan terhadap ekosistem budaya kita yang hidup, berkelanjutan, dan berakar kuat. Mulai dari seni pertunjukan, kerajinan, hingga kriya. Reog Ponorogo, yang sudah berstatus Warisan Budaya Takbenda akhirnya memiliki payung yang lebih luas di jejaring global,” urai Kang Giri sapaan Bupati Sugiri Sancoko.

BACA JUGA  Kapolres Wonogiri Lepas Kepulangan 85 Personil BKO Polda Jateng, Usai Pengamanan Pemilu

Kang Giri menambahkan, penetapan dari UNESCO membuktikan bahwa kreativitas yang berakar pada tradisi Reog Ponorogo telah berhasil membentuk industri kreatif yang resilien dan berdaya saing global.

“Reog Ponorogo bukan sekadar tarian, tetapi sumber inspirasi bagi seluruh insan kreatif di daerah. Pengakuan ganda ini (ICH untuk warisan tradisi dan UCCN untuk ekosistemnya) akan memperkuat citra Ponorogo di mata dunia. Kita kini memiliki jalur yang lebih terbuka untuk bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan menarik investasi ke sektor-sektor berbasis budaya,” jelasnya.

Yang menjadi dasar penilaian UNESCO dalam kategori crafts and folk art di Ponorogo berakar kuat pada ekosistem reog. Selain sebagai seni pertunjukan, Reog Ponorogo juga menciptakan aktivitas kriya bersamaan para perajin memproduksi  dadak merak komplet,  topeng Bujangganong, kostum, dan perangkat gamelan.

BACA JUGA  Prabowo Resmikan Kampus Bhinneka Tunggal Ika Unhan, Gandeng SBY Cetak Pemimpin Masa Depan

Selain itu, ekosistem Reog Ponorogo memberikan dampak ekonomi kepada 23.840 pelaku seni pertunjukan dengan omset tahunan mencapai Rp 150 miliar.

Sementara itu, sektor kriya (kerajinan) reog melibatkan 273 pelaku dan menghasilkan omset hingga Rp 6,4 miliar per tahun. (*)

Sumber: Kominfo Ponorogo

Penulis

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini