Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Mei 2025 12:39 WIB

Prabowo Pimpin Ratas Sekolah Rakyat, Target 53 Titik di 2025


					Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (30/4/2025), untuk mematangkan program Sekolah Rakyat (Foto: Setkab RI) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (30/4/2025), untuk mematangkan program Sekolah Rakyat (Foto: Setkab RI)

Program Inklusif untuk Anak Miskin Ekstrem Dimulai di Desil 1

Panselanews.com [JAKARTA] – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu 30 April 2025, untuk mematangkan program Sekolah Rakyat, yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Desil 1. Bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan Kabinet Merah Putih, ia menegaskan pentingnya perencanaan matang dan berbasis data agar pendidikan inklusif ini tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan bahwa 53 titik Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026, dengan fokus pada wilayah kantong kemiskinan. “Presiden meminta perencanaan yang baik, dari rekrutmen hingga kelulusan siswa,” ujar Gus Ipul, menekankan komitmen pemerintah untuk menghindari penyimpangan dalam seleksi siswa.

Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa rekrutmen guru akan melibatkan ASN dan PPPK, dengan kurikulum fleksibel berbasis sistem multi-entry, multi-exit. Sistem ini memungkinkan siswa belajar sesuai latar belakang pendidikan mereka, memastikan akses pendidikan yang adil bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa lokasi Sekolah Rakyat dipilih berdasarkan data SUSENAS dan DTSEN, menyasar daerah dengan banyak anak usia sekolah yang tidak bersekolah. “Ini adalah kebijakan berbasis bukti untuk memberi kesempatan pendidikan,” katanya, menyoroti potensi program ini memutus rantai kemiskinan.
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Trending di Berita Terkini