Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 16 Okt 2025 22:17 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Strategis di Kertanegara


					Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih di kediaman Kertanegara, Jakarta. (Sumber: Setkab RI)

Perbesar

Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih di kediaman Kertanegara, Jakarta. (Sumber: Setkab RI)

Presiden beri arahan soal pertanian, ekonomi, dan pendidikan untuk perkuat kemandirian nasional

Panselanews.com [JAKARTA] – Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih pada Kamis pagi, 16 Oktober 2025, di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta. Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri bidang ekonomi, pertanian, dan pendidikan tinggi. Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan serangkaian arahan strategis yang menekankan pentingnya peningkatan ketahanan nasional melalui sektor pangan, ekonomi, dan sumber daya manusia unggul.

Dalam bidang pertanian, Presiden Prabowo menugaskan Menteri Pertanian untuk segera mempercepat produksi pupuk nasional berkualitas tinggi namun dengan harga yang tetap terjangkau. Ia menekankan bahwa pupuk menjadi faktor kunci dalam menjaga produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia. “Kemandirian pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Kita harus pastikan petani memiliki akses pada pupuk murah dan berkualitas,” tegas Presiden kepada para peserta rapat.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Umumkan Kebijakan Strategis untuk Tingkatkan Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi

Selain itu, Presiden juga meminta agar Kementerian Pertanian bekerja sama dengan badan riset pertanian dan pelaku usaha nasional untuk mempercepat inovasi pupuk ramah lingkungan dan meningkatkan distribusi ke daerah sentra produksi. Presiden menilai langkah ini penting agar Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada impor bahan baku pupuk dan mampu menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

Fokus berikutnya dalam rapat terbatas adalah sektor ekonomi dan perbankan. Presiden Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan memastikan agar hasil ekspor nasional dapat kembali masuk ke sistem keuangan dalam negeri. “DHE harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memperkuat cadangan devisa negara dan menjaga stabilitas nilai rupiah,” ujar Presiden. Ia juga meminta sektor perbankan bersinergi dengan Kementerian Keuangan dalam menerapkan kebijakan yang mendorong kepatuhan eksportir terhadap penempatan DHE di perbankan nasional.

BACA JUGA  Menteri Nusron: Kepastian dan Transparansi Waktu Jadi Kunci Pelayanan Pertanahan

Dalam bidang pendidikan, Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan sedikitnya 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun swasta nasional. Arahan tersebut sejalan dengan target pemerintah mempercepat transformasi ekonomi berbasis inovasi dan teknologi tinggi. “Kita harus siapkan anak-anak muda agar bisa menjadi profesional tangguh di industri strategis, bukan hanya pencari kerja, tapi juga penggerak ekonomi nasional,” kata Presiden.

BACA JUGA  BGN Butuh Rp25 Triliun per Bulan untuk Layani 82,9 Juta Penerima MBG, Sesuai Arahan Prabowo

Presiden menambahkan, program peningkatan kapasitas SDM strategis ini akan berfokus pada teknologi pertahanan, energi terbarukan, kecerdasan buatan, agritech, dan industri maritim. Ia meyakini langkah terukur ini dapat membantu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda berperan aktif membangun kemandirian ekonomi dan teknologi bangsa.

Rapat terbatas di Kertanegara ini ditutup dengan arahan lanjutan mengenai koordinasi lintas kementerian untuk memastikan semua kebijakan berjalan konsisten. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja cepat, disiplin, dan kolaboratif. “Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kementerian harus bergerak dengan arah yang sama demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Trending di Berita Terkini