Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 9 Mei 2026 13:09 WIB

Ribuan Guru dan Tenaga Pendidik Ramaikan Fun Run Bareng Sekda di Selo Boyolali 


					Ribuan Guru dan Tenaga Pendidik Ramaikan Fun Run Bareng Sekda di Selo Boyolali  Perbesar

 

 

PanselaNews.com [BOYOLALI] — Ribuan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan (Tendik) di Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Tengah Wilayah V Boyolali-Klaten, memecah udara dingin di jalanan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu pagi, 9 Mei 2026.

Mereka berlari dan bergembira bersama dalam Cabdin V Fun Run 5K untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus promosi wisata. Ada 1.150 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk Sekda Jateng Sumarno, Kepala Dinas Pendidikan Sadimin, dan Kepala Cabang Dimas Pendidikan Wilayah V Basukin.

Seorang guru Yayasan Pendidikan Anak Luar Biasa (YPALB) Cepogo, Bimo Pratomo Putro, mengaku sangat suka dengan rute dan udara segar di Selo. Ia berharap tahun depan rutenya ditambah dan peserta juga melibatkan para pelajar.

“Semoga guru sejahtera dan anak-anak Indonesia lebih sehat dengan berolahraga. Kalau bisa Fun Run ini tahun depan juga diberi kategori pelajar karena pendidikan itu tidak hanya guru tapi juga pelajar-pelajar. Kalau pelajar sehat maka Indonesia Emas 2045 bisa tercapai,” ujarnya.

BACA JUGA  Apresiasi Lintas Agama Warnai Keberhasilan Operasi Lilin Candi 2025 di Jawa Tengah

Sebagai seorang guru sekolah luar biasa, Bimo berpesan disabilitas merupakan anak-anak istimewa. Menurutnya, setiap anak atau orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Kalau mau berusaha dan mengembangkan bakat bisa juga untuk berprestasi,” pesannya.

Peserta lainnya, Hasna Saleha mengatakan, kegiatan Fun Run tersebut merupakan apresiasi terhadap para guru. Terlihat saat berlari semua guru dan tenaga pendidik sangat menikmati dan bahagia.

“Ini juga menambah semangat bagi kami untuk mendidik anak-anak bangsa. Luar biasa sekali acaranya,” ujar guru SMK Muhammadiyah 2 Andong, Boyolali, itu.

Sekda Jateng Sumarno mengatakan, lari merupakan olahraga yang sedang tren. Ia mengapresiasi Cabdin V yang telah memulai menginspirasi pola hidup sehat dengan lari. Kegiatan tersebut juga menjadi titik temu dan interaksi dengan orang lain sehingga dapat memperkuat kolaborasi guru dan tenaga pendidik di Cabdin V Boyolali-Klaten.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Bahas Kemandirian Masyarakat di Awal Tahun Baru

“Semoga ini menginspirasi pola hidup sehat bagi masyarakat Boyolali. Kami juga berharap seluruh satuan pendidikan tetap menggalakkan hari krida dengan olahraga di tempat masing-masing tiap hari Jumat sehingga akan menjadi habit atau kebiasaan,” katanya.

Selain untuk membiasakan pola hidup sehat, kegiatan Fun Run tersebut juga menjadi salah satu sarana promosi wisata di daerah Selo. Diketahui Selo berada di antara Gunung Merapi dan Merbabu sehingga memiliki kondisi geografis yang indah dengan udara yang masih sejuk. Hal itu sangat cocok untuk sport tourism.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin mengatakan satuan pendidikan yang berada di bawah Cabdin V Boyolali-Klaten terbilang bagus. Nuansa kondusif dan guyub  yang terbangun dapat memberikan suasana yang aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

“Prestasinya oke. Kemarin seleksi nasional yang berbasis prestasi itu juga peringkat tiga terbanyak di Jawa Tengah. Prestasi anak-anak luar biasa, suasana juga kondusif, nyaman, dan situasi ini bisa menunjang prestasi ke depan,” katanya.

BACA JUGA  Menyongsong Tahun 2026, Sekjen Kementerian ATR/BPN Ajak Jajaran Kerja Bersama Dukung Program Kerja

Dalam kesempatan itu, baik Sumarno maupun Sadimin juga menyinggung terkait d program Sekolah Kemitraan yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Total ada 139 sekolah yang telah menjadi kemitraan dengan Pemprov Jateng dengan target 5.004 calon peserta didik dari keluarga kurang mampu maupun miskin.

Program yang didorong untuk solusi meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan dari sektor pendidikan tersebut juga digalakkan di Boyolali dan Klaten. Terutama di wilayah bagian Utara Boyolali yang masih ada daerah dengan angka kemiskinan yang tajam.

“Ini terus kami galakkan dam kita tingkatkan, kalau bisa kita akan tambah agar dapat menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu atau miskin,” ujarnya.(*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini