PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Polres Trenggalek lagi-lagi mencetuskan daya kreatifnya. Baru saja Polres Trenggalek menggelar kegiatan `Muncak Bareng Wilis via Bendungan, Edisi Razia Wong Cidro` sebagai media sosialisasi maupun edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas.
Bertepatan dengan digelarnya Operasi Keselamatan Semeru 2026, kegiatan muncak bareng menyasar generasi muda dan penggemar mendaki gunung di Trenggalek.
Dengan caption `Gratis Tilang di Puncak`, kegiatan tersebut disambut positif oleh masyarakat Kabupaten Trenggalek. Generasi muda antusias, kegiatan menyedot animo sedikitnya 350 orang.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, S.H., M.H. menegaskan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan yang bisa dibilang tak biasa untuk memberi ruang pada generasi muda turut berkontribusi dalam Kamseltibcarlantas melalui kegiatan positif.
“Kita coba menggunakan pendekatan yang berbeda, anti mainstream dalam mendukung Ops Keselamatan Semeru 2026,” AKP Sony dilansir dari Website Resmi Polri.
Apalagi potensi remaja dan berbagai umur dengan kegiatan naik gunung kini sedang banyak digemari. Polres Trenggalek ingin membuktikan bahwa kepolisian yang biasa dikenal kaku, dapat bisa lebih cair seperti masyarakat umumnya.
“Jadi komunikasi menjadi lebih gayeng,” imbuhnya.
Lebih lanjut AKP Sony mengatakan, sebelum pendakian, koordinator kegiatan yang merupakan anggota dari unit Kamsel menyampaikan edukasi terkait dengan seluk beluk Operasi Keselamatan Semeru 2026 dan beberapa materi edukasi berkendara yang aman.
Petugas polisi juga membuka ruang diskusi dengan suasana yang penuh keakraban. Obrolan ringan tersebut berlanjut hingga di titik puncak yang disebut dengan puncak kahyangan gunung Wilis di ketinggian 1.529 Mdpl.
“Rute yang dilintasi sepanjang 7 km dengan estimasi total rute pulang dan pergi 14 km, dan waktu tempuh perjalanan normal total 7 jam,” ungkap AKP Sony.
Muncak bareng menghadapi kendala di lapangan. Jalur pendakian yang relatif sempit dan licin menjadi tantangan tersendiri.
Kekompakan dan kepedulian satu sama lain menjadi salah satu faktor penentu agar para pendaki bisa sampai di puncak Wilis.
“Harapannya masyarakat memahami bahwa dalam pendakian juga membutuhkan hal yang sama halnya seperti kita berlalu lintas di jalan umum, ” katanya.
Artinya muncak juga mendidik kesabaran, kelengkapan mendaki dan kondisi kesehatan yang prima juga untuk mendukung keselamatan.













