Kolaborasi APBN Diperlukan untuk Percepat Proyek Strategis Kaligawe-Sayung
Panselanews.com [SEMARANG] – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya peran Satuan Kerja APBN dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menyelesaikan kendala pembebasan tanah untuk pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri Forum Ekonomi Regional Jawa Tengah di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jateng-DIY, Selasa, 27 Mei 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya peran Satuan Kerja APBN dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam menyelesaikan kendala pembebasan tanah untuk pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung. (Foto: Syahidan)
“Harapannya, forum ini membantu penyelesaian masalah tanah yang jadi hambatan. Dengan kewenangan BPN, kami ingin proyek selesai sesuai target,” ujar Sumarno. Seksi 1, yang meliputi 10,64 km ruas Kaligawe-Sayung di atas laut, merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang sangat dinanti masyarakat untuk mengatasi kemacetan dan banjir rob di Pantura Jawa Tengah. Kendala pembebasan tanah menjadi isu utama yang memperlambat progres.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, Tol Semarang-Demak memiliki panjang total 26,95 km, terbagi menjadi Seksi 1 (Kaligawe-Sayung, 10,64 km) dan Seksi 2 (Sayung-Demak, 16,31 km, beroperasi sejak 25 Februari 2023). Seksi 1 dikerjakan dalam tiga paket: Paket 1A oleh Hutama Karya dan Beijing Urban Construction Group (progres 62,98%, target selesai Juli 2026), Paket 1B oleh Pembangunan Perumahan, Wijaya Karya, dan China Road and Bridge Corporation (progres 40,93%, target April 2027), serta Paket 1C oleh Adhi Karya dan Sinohydro (progres 25,97%, target September 2026).
Sumarno mengapresiasi Satker APBN yang turut mendukung pembangunan Jawa Tengah melalui pendanaan, sinergi, dan pengelolaan keuangan daerah yang efisien. “Kinerja kami terbatas, sehingga kolaborasi dengan APBN sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Proyek ini juga diharapkan memperkuat konektivitas Pelabuhan Tanjung Emas sebagai pusat ekspor, sekaligus menjaga keseimbangan pangan dan industri. Sumarno menegaskan perlunya percepatan penyelesaian tanpa hambatan, mengingat potensi ekonomi Jawa Tengah yang besar. Selain itu, proyek ini terintegrasi dengan tanggul laut dan kolam retensi Terboyo-Sriwulan untuk mengatasi banjir rob, menjadikannya krusial bagi masyarakat Semarang dan Demak.(*)











