PanselaNews.com [Semarang] – Meskipun telah mengalami pecahan, sistem cuaca ekstrem yang dikenal sebagai squall line masih mempertahankan bentuknya dan kini membentuk huder (hujan deras) yang memanjang dari barat ke timur, meliputi wilayah Kendal hingga Semarang. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Erma Yulihastin, Ahli Klimatologi dan Profesor Peneliti di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menurut Prof. Erma, dikutip dari akun Medos X @EYulihastin, huder juga terpantau memanjang dari utara ke selatan dengan pusat hujan lebat berada di wilayah Magelang. Kondisi ini diprediksi akan terus meluas ke arah kota Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa jam ke depan.
“Squall line yang pecah ini tetap mempertahankan strukturnya, dan huder yang terbentuk memiliki potensi besar untuk menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah-wilayah yang dilaluinya,” jelas Prof. Erma.
Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Jawa Timur: Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem Siang Ini
Masyarakat di wilayah Kendal, Semarang, Magelang, dan DIY diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini. Dampak yang mungkin terjadi antara lain banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Pemerintah setempat juga telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk pemantauan intensif dan penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat.(*)
Sumber: @EYulihastin
Editor: Tri Wahyudi









