Santap Siang Kenegaraan Penuh Keakraban dan Budaya Serumpun
Panselanews.com [BANDAR SERI BEGAWAN] – Suasana penuh kehangatan dan kehormatan tercipta saat Sultan Haji Hassanal Bolkiah menjamu Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam santap siang kenegaraan di Dewan Persantapan Diraja, Istana Nurul Iman, Rabu (14/5/2025). Jamuan ini menjadi simbol kedekatan Brunei Darussalam dan Indonesia, yang dibangun atas rasa saling hormat, budaya serumpun, dan semangat kerja sama regional.
Hidangan yang disajikan memadukan kekayaan kuliner klasik Brunei dengan sentuhan modern kelas dunia, mencerminkan harmoni budaya kedua negara. “Jamuan ini bukan hanya soal kuliner, tapi juga perayaan persaudaraan,” ujar juru bicara Istana Nurul Iman. Musik pengiring, seperti “Keroncong Kemayoran” dan “Fly Me to the Moon,” menambah nuansa nostalgia dan internasional.
Lagu-lagu seperti “Dang Mengalai”, “Bengawan Solo”, “Rek Ayo Rek”, serta “Joget Mukun Kesiangan” dan “Mencintaimu” menghidupkan suasana keakraban. “Pemilihan lagu ini sengaja menggabungkan identitas budaya Indonesia, Brunei, dan dunia,” kata ketua panitia acara. Deretan lagu internasional seperti “My Way” dan “What A Wonderful World” turut memperkaya suasana.
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Brunei menegaskan komitmen mempererat hubungan bilateral. Dalam sambutannya, Sultan Hassanal Bolkiah menyatakan, “Indonesia adalah saudara dekat, dan kerja sama kita akan terus diperkuat untuk kemakmuran ASEAN.” Prabowo menambahkan, “Persahabatan ini adalah harta yang harus dijaga bersama.”
Jamuan ini juga menjadi ajang diplomasi budaya, menampilkan nilai-nilai persahabatan yang telah terjalin puluhan tahun. Kedua pemimpin membahas isu regional, termasuk perdagangan, keamanan, dan pariwisata, untuk mendukung visi ASEAN yang lebih terintegrasi. Keakraban ini mencerminkan semangat gotong royong antarnegara serumpun.
Acara ini dihadiri delegasi tinggi kedua negara, termasuk pejabat kementerian dan tokoh masyarakat. Santap siang kenegaraan di Istana Nurul Iman bukan hanya momen diplomatik, tetapi juga perayaan budaya dan persaudaraan yang memperkuat ikatan Indonesia-Brunei untuk masa depan yang lebih harmonis.
Sumber: BPMI Setpres
Editor: Tri Wahyudi









