Amblesan Tanah 1,4 Meter di Dekat Pemukiman, Warga Diminta Waspada Hujan Deras
Panselanews.com [TRENGGALEK] – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek bersama perangkat Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek, melakukan peninjauan lokasi tanah gerak di Desa Dawuhan pada Rabu, 4 Juni 2025. Tanah gerak ini mengancam sekitar 100 kepala keluarga (KK) atau 308 jiwa di RT 15 dan RT 16. Berdasarkan laporan BPBD, titik tanah gerak terdekat dengan pemukiman warga mengalami amblesan sebesar 1,4 meter dengan panjang retakan sekitar 50 meter.
Warga setempat telah menutup retakan tanah untuk mengurangi risiko longsor dan mengalihkan aliran air yang mengarah ke retakan dengan membuat jalur air baru. Meski demikian, BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras yang berlangsung lama, khususnya pada malam hari, karena berpotensi memicu longsor.
Untuk antisipasi, BPBD telah menyiapkan beberapa titik pengungsian, yaitu Balai Desa Dawuhan, Masjid di RT 14, serta rumah warga milik Bapak Rofi dan Bapak Nyari di RT 13. “Kami mengimbau warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan jika hujan deras terjadi, demi keselamatan,” ujar Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono.
BPBD Trenggalek terus memantau perkembangan tanah gerak dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Masyarakat juga diminta melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan baru ke posko bencana terdekat. Ancaman tanah gerak ini merupakan bagian dari risiko bencana hidrometeorologi yang meningkat selama musim hujan di wilayah Trenggalek.(*)
Editor: Tri Wahyudi










