Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 21 Mei 2024 20:11 WIB

Upacara Labuh Laut Larung Sembonyo di Pantai Prigi Trenggalek, Mas Ipin Ajak Warganya Jaga Lingkungan


					Upacara Labuh Laut Larung Sembonyo di Pantai Prigi Trenggalek, Mas Ipin Ajak Warganya Jaga Lingkungan Perbesar

PanselaNews.com,Trenggalek- Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin hadiri Labuh Laut Larung Sembonyo, di Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Selasa (21/5/2024).

Pemimpin muda di pesisir Selatan Jawa ini mengapresiasi upaya lestarikan budaya, adat istiadat dan warisan leluhur.

Bupati Trenggalek  tidak lupa mengajak warganya untuk me jaga lingkungan. Alasannya iklim yang tidak menentu sehingga menjadikan nelayan sulit mendapatkan ikan. Ancaman sampah dan yang lainnya menjadikan penyebab tangkapan ikan semakin menjauh.

Tentunya resiko nelayan semakin tinggi karena pencarian ikan semakin jauh. Biaya tangkap juga semakin tinggi karena kebutuhan bahan bakar juga semakin meningkat.

“Banyak ahli yang menyatakan bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Cuaca semakin tidak menentu (terjadi krisis iklim), semakin sulit nelayan menangkap ikan. Tangkapan semakin jauh,” ucap bupati dalam Labuh Laut Larung Sembonyo di Pantai Prigi

BACA JUGA  Kasus Pencurian dan Perusakan Alat Monitoring Gempa di Sidrap, Sulawesi Selatan: Ancaman Serius bagi Sistem Peringatan Dini

Laut ini adalah lahan rejeki, sambungnya menambahkan “Wadah makan kita jangan kotori dengan sampah. Masak kita mau makan dengan sampah. Jagalah alam ini dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian tidak melakukan pembalakan liar, menebang pohon sembarangan. Dengan begitu alam akan lebih terjaga,” lanjut Mas Ipin.

Kepala daerah muda itu juga menyinggung infrastruktur yang semakin baik di sekitar Prigi. Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah tersambung dengan Tulungagung, diharapkan masyarakat bisa menangkap momentum ini dengan baik, sehingga berdampak ekonomi kepada masyarakat.

BACA JUGA  Modus Guru Silat di Wonogiri Cabuli 7 Muridnya, Berikan Pijat Terapi

Labuh Laut Larung Sembonyo sendiri  merupakan simbol rasa syukur bagi nelayan atas hasil tangkapan nelayan yang melimpah serta harapan keselamatan saat melaut.  Menurut Suparlan, salah satu tokoh masyarakat di Watulimo, “Upacara adat ini berdasarkan cerita rakyat yang sudah turun temurun sejak dulu. Merupakan kisah perkawinan antara Raden Tumenggung Yudho Negoro dalam rangka membuka wilayah di Prigi. Ada sarana yang harus dijalani dengan menikah Putri Gambar Inten, putri di tengahan,” katanya.

Sambung Parlan,”Lalu jatuhlah, pernikahan keduanya pada hari Senin Kliwon pada penanggalan jawa. Raden Tumenggung minta, setiap tahunnya diperingati dengan acara Labuh Laut Larung Sembonyo,” imbuhnya.

BACA JUGA  Kementerian Pariwisata Terpukau Penampilan Jaranan Turonggo Yakso

Ketika itu juga minta hiburannya Langgam Tayub sama Jaranan. Jadi Tayub dan Jaranan ini menjadi salah satu cerita dalam kegiatan Labuh Laut Larung Sembonyo ini.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Suparlan, “kegiatan Labuh Laut Larung Sembonyo ini lebih kepada wujud syukur para nelayan atas rejeki tangkapan yang melimpah dan doa harapan tidak ada musibah, kecelakaan dan bencana lainnya. Nelayan sehat, nelayan selamat dengan tangkapan melimpah sehingga dapat meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek,” tutupnya. (Sar)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Trending di Berita Terkini