Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 17 Apr 2025 22:13 WIB

19% Tanah Jateng Belum Terpetakan, Rawan Konflik


					Nusron dalam rapat bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan 35 kepala daerah di Semarang, Kamis (17/4/2025). (Foto: Zulkarnain) Perbesar

Nusron dalam rapat bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan 35 kepala daerah di Semarang, Kamis (17/4/2025). (Foto: Zulkarnain)

Nusron Wahid Ajak Pemda Jateng Kolaborasi Percepat Sertifikasi Tanah

PanselaNews.com, Semarang – Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa 19% tanah di Jawa Tengah (Jateng) belum terpetakan dan bersertifikat. Dari total 2,2 juta hektare luasan wilayah, sekitar 450 ribu hektare masih belum memiliki kepastian hukum, berpotensi memicu konflik di masa depan.

19% tanah di Jateng belum bersertifikat. Nusron Wahid ajak Pemda kolaborasi untuk hindari konflik dan percepat reformasi agraria. (Foto: Zulkarnain)

“Lokasinya kemungkinan besar berada di pinggiran atau lereng gunung,” ujar Nusron dalam rapat bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan 35 kepala daerah di Semarang, Kamis (17/4/2025).

BACA JUGA  BPBD Trenggalek Laporkan 7 Rumah Rusak Dampak Gempa M6,2 Guncang Pacitan Jumat Dini Hari

Nusron menekankan pentingnya kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan pendaftaran tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kendala utama adalah ketidakmampuan masyarakat miskin ekstrem membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

BACA JUGA  Polisi dan Wartawan Wonogiri Kompak Donor Darah Jelang Peringatan HUT ke-72 Humas Polri

“Kami harap Pemprov Jateng bisa intervensi,” tambahnya. Saat ini, 19 kabupaten/kota telah memberikan keringanan BPHTB, termasuk Semarang, Banyumas, dan Brebes.

Selain tanah tak bertuan, 348 ribu hektare tanah di Jateng masuk kategori KW 4, 5, 6, atau Letter C, yang membutuhkan dokumen lebih valid. Di sisi lain, layanan pertanahan di Jateng berkontribusi Rp86,9 triliun bagi perekonomian pada 2024, meliputi BPHTB, hak tanggungan, dan pajak.

BACA JUGA  Truk Tangki Susu Nyungsep ke Parit di Tikungan Irung Petruk Sidoharjo Wonogiri

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik kolaborasi ini untuk mempercepat reformasi agraria dan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Kedatangan Pak Menteri adalah momentum penting,” ujarnya.

Dengan percepatan sertifikasi, diharapkan potensi konflik tanah dapat diminimalisir sekaligus memperkuat kepastian hukum bagi masyarakat. (*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Evakuasi Jasad Pria Gantung Diri di Baturetno

6 Juni 2026 - 06:42 WIB

Hasil FIFA Matchday: Timnas Indonesia Vs Oman, Skuad Garuda Menang Telak 3-0

6 Juni 2026 - 01:48 WIB

Perangkat Desa se-Kecamatan Selogiri Ngluruk ke Kantor Pemkab Wonogiri, Desak Evaluasi Kinerja Camat Fredy Sasono

5 Juni 2026 - 19:59 WIB

Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika

5 Juni 2026 - 18:37 WIB

Sekda Trenggalek Pimpin Kerja Bakti di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

5 Juni 2026 - 11:07 WIB

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.
Trending di Berita Terkini