Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 13 Mei 2025 12:24 WIB

2.569 Lampion Terangi Borobudur, Waisak 2569 BE Sebarkan Cahaya Damai


					Langit Candi Borobudur diterangi 2.569 lampion pada Senin malam (12/5/2025), menandai puncak perayaan Waisak 2569 BE/2025. (Foto: Syahidan) Perbesar

Langit Candi Borobudur diterangi 2.569 lampion pada Senin malam (12/5/2025), menandai puncak perayaan Waisak 2569 BE/2025. (Foto: Syahidan)

Festival Lampion “Light of Peace” Puncaki Perayaan Waisak di Borobudur

Panselanews.com [MAGELANG] – Langit Candi Borobudur diterangi 2.569 lampion pada Senin malam (12/5/2025), menandai puncak perayaan Waisak 2569 BE/2025. Ribuan lampion yang melambangkan kedamaian itu diterbangkan oleh sekitar 4.000 umat Buddha dan masyarakat dalam Festival Lampion bertema “Light of Peace”. Angka 2.569 mencerminkan tahun dalam kalender Buddha (Buddhist Era).

2.569 lampion terangi Borobudur saat Waisak 2569 BE, 4.000 umat rayakan kedamaian dengan tema “Light of Peace”. (Foto: Syahidan)

Ketua Majelis Buddha Mahanikaya Indonesia, Agus Jaya, mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. “Cuaca cerah mendukung kelancaran acara, berbeda dari tahun lalu yang hujan. Sekitar 4.000 orang hadir, acara berjalan sukses,” ujarnya usai penerbangan lampion. Perayaan Waisak tahun ini mengusung tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”.

Rangkaian Waisak meliputi Thudong, kirab dari Candi Mendut ke Borobudur, detik-detik Waisak, dan ritual Pradaksina mengelilingi candi. “Harapannya, Waisak menginspirasi kedamaian dari hati, untuk Indonesia dan dunia,” tambah Agus Jaya. Festival Lampion menjadi agenda yang dinanti, tidak hanya oleh umat Buddha, tetapi juga masyarakat umum.

Salah satu peserta, artis Brandon Salim, berbagi kebahagiaannya merayakan Waisak bersama keluarga. “Jarang bisa kumpul dengan keluarga besar. Kami berdoa dan menerbangkan lampion bersama, sangat berkesan,” ujarnya. Brandon, yang sudah beberapa kali merayakan Waisak di Borobudur, mendorong anak muda untuk turut merasakan momen spiritual ini.

Candi Borobudur, warisan dunia peninggalan wangsa Syailendra, tetap menjadi pusat perayaan Waisak yang inklusif, menggabungkan nilai spiritual, budaya, dan wisata. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menyampaikan selamat Hari Raya Waisak. “Acara ini milik semua masyarakat, membawa pesan kedamaian dan dampak besar bagi Magelang dan Jateng,” katanya.

Sumarno berharap perayaan Waisak ke depan semakin meriah, memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi spiritual dan wisata global. Kegiatan ini juga diharapkan terus mendukung perekonomian lokal melalui kunjungan ribuan wisatawan dan umat yang hadir setiap tahun.(*)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KPK RI Jadikan Pemprov Jateng “Pilot Project” Perizinan MBLB

13 Juni 2026 - 14:03 WIB

Tingkatkan Kapabilitas Digital Personel, Bidhumas Polda Jateng Gelar Latkatpuan Humas Berbasis AI

13 Juni 2026 - 08:28 WIB

Komplotan Pencuri Sepeda Motor Lintas Kecamatan Ditangkap Polres Wonogiri, Dua Pelaku Diamankan

13 Juni 2026 - 07:13 WIB

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Trending di Berita Terkini