Hearing DPRD Dengar Aspirasi Pro Pabrik, Warga Harap Konflik Selesai
Panselanews.com [WONOGIRI] – Sekitar 200 warga yang tergabung dalam Paguyuban Cinta Pracimantoro (PCP) mendatangi gedung DPRD Wonogiri, Rabu (14/5/2025), untuk menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) terkait rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Pracimantoro. Mereka mendesak realisasi proyek tersebut, yang diyakini bakal menggerakkan ekonomi lokal. Hearing dipimpin Ketua DPRD Sriyono bersama pimpinan dan anggota dewan asal Pracimantoro.
Ketua PCP, Permadi, menegaskan bahwa kekhawatiran dampak lingkungan tidak berdasar. “Saya sudah kunjungi pabrik semen, tidak ada dampak negatif. Izin dan Amdal sudah terbit, jadi tidak perlu dipermasalahkan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa proyek ini telah diperhitungkan dengan matang, sehingga warga harus mendukung demi kemajuan Pracimantoro.
Anggota PCP lainnya, Ugeng, menyoroti potensi bahan baku semen yang melimpah di Pracimantoro. “Sayang jika tidak dimanfaatkan. Teknologi tinggi di pabrik bisa antisipasi dampak lingkungan,” katanya. Ia juga mengungkapkan kekecewaan atas kegagalan proyek serupa sebelumnya akibat intervensi pihak luar, berharap proyek ini tidak bernasib sama.
Rina, salah satu peserta perempuan, menangis saat menyampaikan aspirasinya. “Konflik pro dan kontra membuat lingkungan tidak nyaman. Kami harap dewan membantu selesaikan secepatnya,” ujarnya. Warga lain, seperti Warsini dari PKK dan Wiyono dari Watangrejo, juga mendukung proyek ini, menyebutnya akan memberdayakan pemuda melalui seni, budaya, dan olahraga.
Sriyono menegaskan DPRD tetap netral, hanya menampung aspirasi pro dan kontra. “Kami tidak memihak, tapi akan mempertemukan tim Amdal dengan warga untuk klarifikasi,” katanya. DPRD berencana menggelar pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup Jateng guna memastikan informasi disampaikan secara adil kepada semua pihak.
Konflik pro dan kontra pabrik semen telah memecah warga Pracimantoro, bahkan menyebabkan sebagian takut berpendapat. Dengan hearing ini, PCP berharap proyek senilai Rp6 triliun yang menjanjikan 2.400 lapangan kerja segera terwujud, sambil menyerukan penyelesaian konflik agar harmoni sosial kembali terjalin di masyarakat.
Penulis: Irfandy
Editor: Tri Wahyudi












