Kolaborasi Kampus, Kementerian, dan Desa untuk Jateng Maju
Panselanews.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pembangunan Jateng ke depan harus terencana dengan melibatkan perguruan tinggi, kementerian, legislatif, media, pengusaha, hingga pemerintah desa. “Bangun Jateng ora ngawur karepe dewe. 2025 infrastruktur, 2026 swasembada pangan,” ujarnya saat Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat PTN-BH se-Indonesia di Semarang, Jumat, 9 Mei 2025.

Ahmad Luthfi: Jateng fokus infrastruktur 2025, pangan 2026. Gandeng kampus & desa untuk pembangunan. #JatengMaju (Foto: Zulkarnain)
Luthfi telah menggandeng 44 rektor perguruan tinggi di Jateng dan menjalin komunikasi dengan lebih dari 20 kementerian untuk mendukung RPJMD 2025-2029. Ia juga membentuk Forum Senayan dan Forum Berlian untuk mengajak legislatif nasional dan daerah merumuskan program. “Kami tarik semua elemen untuk Jateng lebih maju,” katanya.
Terbaru, Luthfi memberikan arahan kepada 8.563 kepala desa dan lurah se-Jateng untuk sinkronisasi pembangunan. “Kerja kami bersama Gus Yasin harus together we can,” tegasnya. Ia menekankan Jateng sebagai pusat Pulau Jawa harus unggul melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk media dan wirausaha.
Ketua Forum MWA PTNBH Mohamad Nasir menyatakan kampus siap berkontribusi, terutama di bidang industri. Rektor Undip Prof Suharnomo menambahkan, keterlibatan kampus dalam program pemerintah adalah langkah baru. “Undip terlibat di desalinasi dan stunting, kami laksanakan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Suharnomo juga mengungkap inspirasi dari kunjungan ke universitas di China, yang menurutnya sangat maju. “Pendidikan di sana hadirkan masa depan hari ini, kita harus tiru,” katanya. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur dan swasembada pangan, sekaligus mengatasi stunting di Jateng.(*)












