PanselaNews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah cepat untuk membantu ribuan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pasca-kebangkrutan perusahaan. Pada Senin, 3 Maret 2025, ia mengumumkan telah menggandeng sembilan perusahaan dari sektor garmen, sepatu, dan rokok untuk menampung buruh yang kehilangan pekerjaan. Langkah ini diambil untuk mencegah gejolak sosial akibat PHK massal di Sukoharjo.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil langkah cepat untuk membantu ribuan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)/ Foto: Zulkarnain
“Sifatnya kami membantu agar tak terjadi dampak sosial. Kami harapkan jaminan hari tua dan jaminan pemutusan kerja ini bisa dibayarkan sebelum Lebaran,” ujar Ahmad Luthfi usai memimpin rapat pengarahan OPD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Pemprov Jateng. Ia telah memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Sukoharjo untuk memastikan hak buruh terpenuhi.
Sembilan perusahaan yang digandeng siap menerima buruh dengan syarat usia maksimal 45 tahun dan kemampuan menyesuaikan diri dengan tugas baru. “Sudah rapat dengan HRD perusahaan dan dinas, biar bisa ditampung. Catatannya usia tidak lebih dari 45 tahun,” terang Ahmad Luthfi. Bagi buruh yang memilih berwirausaha, Pemprov Jateng menawarkan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dengan program disesuaikan kebutuhan peserta.
Upaya lain termasuk memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan pesangon dibayar tepat waktu. Disnakertrans telah berkoordinasi dengan kurator yang masih mendata aset Sritex serta BPJS di Jakarta. “Kadisnakertrans sudah ke Jakarta. Kewajiban BPJS Jakarta, kita hanya sebatas membantu,” lanjutnya. Pemprov juga bekerja sama dengan Pemkab Sukoharjo untuk mempercepat proses ini demi kesejahteraan buruh.
Baca juga: Ahmad Luthfi Genjot Infrastruktur Jateng 2025, Target Jalan Siap Hadapi Mudik Lebaran
Respons buruh dan masyarakat cukup positif, meski banyak yang menanti realisasi janji ini. Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya agar PHK Sritex tidak memicu masalah sosial lebih luas. Dengan solusi penyerapan tenaga kerja dan pelatihan wirausaha, ia berharap buruh bisa bangkit dan ekonomi Jateng tetap stabil menjelang Lebaran 2025.









