Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 29 Apr 2025 12:42 WIB

Ahmad Luthfi: Kades Jateng Harus Jadi Problem Solver, Dekat dengan Warga


					Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menuntut 7.810 kepala desa (kades) menjadi problem solver bagi warga dan lingkungannya. Dalam Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Semarang, pada Selasa (29/4/2025) (Foto: Zulkarnain) Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menuntut 7.810 kepala desa (kades) menjadi problem solver bagi warga dan lingkungannya. Dalam Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Semarang, pada Selasa (29/4/2025) (Foto: Zulkarnain)

Gubernur Dorong Kades Selesaikan Masalah Desa dengan Ngopeni Nglakoni

PanselaNews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menuntut 7.810 kepala desa (kades) menjadi problem solver bagi warga dan lingkungannya. Dalam Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Semarang, pada Selasa (29/4/2025), ia meminta kades peduli pada tukang ngarit, janda, hingga saluran air tersumbat. “Tahu warga yang menggembala kambing, irigasi macet, lalu beri solusi. Itu ngopeni nglakoni,” tegasnya.

Ahmad Luthfi minta kades Jateng jadi problem solver, dekat warga, dan dukung pembangunan desa dengan Rp1,2 triliun & Tiga Pilar. (Foto: Zulkarnain)

Luthfi menekankan kedekatan kades dengan warga sebagai kunci mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah. Pemprov Jateng memperlakukan semua desa secara adil, dengan mengalokasikan bantuan keuangan Rp1,2 triliun pada 2025. Kades diminta memanfaatkan dana ini untuk menggerakkan potensi desa, seperti desa wisata, petani milenial, dan produk unggulan desa.

Pembangunan desa harus selaras dengan program Kecamatan Berdaya, yang terintegrasi dengan visi pusat, provinsi, dan kabupaten. Sebagai lumbung pangan nasional, desa di Jateng harus memastikan infrastruktur seperti saluran air mendukung pertanian. Luthfi bahkan memerintahkan Dinas PU Bina Marga untuk memfinalisasi saluran air sekunder demi swasembada pangan 2026.

Untuk mendukung kades, Luthfi mengaktifkan kembali Tiga Pilar—kades, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa—guna menjaga stabilitas desa. “Kades tidak boleh sedikit-sedikit dipidana, asal bekerja sesuai aturan,” ujarnya. Pendampingan ini diharapkan melindungi kades dari ancaman hukum, memungkinkan mereka fokus pada pembangunan tanpa takut oknum pengganggu.

Inisiatif Luthfi disambut antusias oleh kades, yang merasa didukung untuk membangun desa secara maksimal. Dengan pendekatan ngopeni nglakoni, Luthfi berharap desa menjadi motor pembangunan Jateng, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga, mulai dari petani hingga janda yang membutuhkan santunan.(*)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Kombes Pol Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers

29 Juli 2026 - 15:21 WIB

Mencuri di Kamar Kost, Pria Ini Diringkus Warga Sebelum Diserahkan ke Polisi

29 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

Trending di Berita Terkini