Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 29 Apr 2025 12:21 WIB

Ahmad Luthfi Lindungi Kades Jateng via Sekolah Antikorupsi & Tiga Pilar


					Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Semarang, pada Selasa (29/4/2025) (Foto: Zulkarnain) Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Semarang, pada Selasa (29/4/2025) (Foto: Zulkarnain)

Ahmad Luthfi Lindungi Kades Jateng via Sekolah Antikorupsi & Tiga Pilar

PanselaNews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya melindungi 7.810 kepala desa (kades) dari ancaman pidana selama menjalankan program pembangunan sesuai aturan. Dalam paparannya di Sekolah Antikorupsi di GOR Indoor Jatidiri, Semarang, pada Selasa (29/4/2025), ia meluncurkan terobosan untuk mendukung pembangunan desa, termasuk Sekolah Antikorupsi pertama di Indonesia dan penguatan fungsi Tiga Pilar.

Ahmad Luthfi lindungi kades Jateng via Sekolah Antikorupsi & Tiga Pilar, dorong pembangunan desa dengan bantuan Rp1,2 triliun. (Foto: Zulkarnain)

Sekolah Antikorupsi bertujuan memahamkan kades tentang hukum dan perundang-undangan agar terhindar dari praktik korupsi. Ahmad Luthfi juga mengaktifkan kembali Tiga Pilar—kades, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa—untuk menciptakan stabilitas desa. “Kades tidak boleh sedikit-sedikit dipidana, asal bekerja sesuai aturan,” tegasnya, menekankan pendampingan ketat untuk pembangunan yang bersih.

Pemprov Jateng akan menggelontorkan bantuan keuangan Rp1,2 triliun untuk 7.810 desa pada 2025. Ahmad Luthfi optimistis, jika pembangunan selaras dengan visi Jateng, dampaknya akan signifikan. Pendampingan tidak hanya dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa, tetapi juga APIP, Kejaksaan, dan Kepolisian, untuk mencegah oknum yang mengganggu pembangunan desa.

Menurut Luthfi, desa adalah ujung tombak pembangunan, dan pendekatan dari bawah ke atas lebih efektif. Ia mendorong kades memanfaatkan Sekolah Antikorupsi untuk bertanya tentang batasan hukum. “Tanyakan mana yang boleh dan tidak, mana daging dan tulang,” ujarnya, memastikan kades mendapat panduan jelas agar pembangunan berjalan lancar.

Program ini mendapat sambutan positif dari kades, yang merasa lebih percaya diri menjalankan tugas tanpa ketakutan berlebih. Ahmad Luthfi menegaskan, tidak ada kades yang ditinggalkan, dan koordinasi dengan Tiga Pilar menjadi kunci. Inisiatif ini diharapkan mempercepat pembangunan desa, memperkuat ekonomi lokal, dan mewujudkan Jateng yang lebih sejahtera.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini