Jateng Bidik Ekonomi Berkelanjutan
PanselaNews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggencarkan peluang investasi di sektor ekonomi hijau, pariwisata, dan wisata religi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam rapat “Peluang Investasi Jawa Tengah” di Hotel PO Semarang, Senin (14/4/2025), ia mengajak kepala daerah menangkap potensi ini bersama Pemprov dan Bank Indonesia (KPwBI) Jateng.

Ahmad Luthfi tawarkan investasi hijau, wisata religi, dan desa wisata Jateng untuk ekonomi berkelanjutan 2025. (Foto: Zulkarnain)
Luthfi menegaskan Jateng sebagai lumbung pangan nasional, sesuai RPJMD 2025-2029, dengan fokus pada industri, pertanian, dan ekonomi sirkular. “Kita harus swasembada pangan untuk industri nasional,” ujarnya. Ia menekankan analisis dampak lingkungan dan ekonomi agar proyek investasi siap ditawarkan kepada investor.
Pariwisata menjadi sorotan, dengan lebih dari 800 desa wisata di Jateng. Luthfi meminta pengelolaan berkelanjutan, didukung pendampingan provinsi. Salah satu agenda besar adalah acara diving internasional di Karimunjawa, April 2025, mengundang 51 negara, dengan larangan jetski untuk menjaga lingkungan.
Wisata religi juga jadi andalan, seperti ziarah Walisongo dan keraton, menargetkan wisatawan muslim global, termasuk dari Malaysia. “Potensi ini belum tergarap maksimal,” kata Luthfi. Ia mendorong fasilitas halal, seperti restoran dan tempat salat, untuk mendukung pengalaman wisata yang nyaman.
Baca juga: Ahmad Luthfi Dorong Taekwondo Jateng Raih Prestasi di SEA Games
Rapat ini melibatkan kepala daerah, OPD, hingga Konsulat Jenderal Australia. Hari kedua menghadirkan Gita Wirjawan secara daring, berbagi pengalaman investasi. Dengan strategi ini, Luthfi optimistis Jateng menjadi magnet investasi hijau dan religi, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan global.











