Pemain Putra Jaya Pasuruan
Sumber : Youtube PSSI Jawa Timur/Instagram @ps.putrajaya
PanselaNews.com [SPORT] –
Sepakbola Indonesia kembali ternodai atas aksi tidak sportif atas insiden tendangan keras menyerupai kungfu dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur.
Insiden itu menyita perhatian publik sepak bola nasional, bahkan menjadi sorotan luas di media sosial. Aksi tersebut terjadi dalam laga antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Bangkalan pada Senin, 5 Januari 2026.
Kedua tim bertemu dalam babak 32 besar Grup CC Liga 4 PSSI. Putra Jaya Pasuruan tampil dengan jersi kuning, sementara Perseta 1970 Tulungagung mengenakan seragam hijau.
Pertandingan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube PSSI Asprov Jawa Timur itu berakhir dengan kemenangan telak Perseta 1970 Tulungagung 7-2 atas Putra Jaya Pasuruan.
Aksi tidak sportif bahkan menjurus kekerasan tersebut dilakukan oleh Muhammad Hilmi Gymnastiar.
Pada menit ke-71, saat Putra Jaya Pasuruan tertinggal empat gol, Hilmi dengan sengaja melayangkan tendangan keras ke arah dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha.
Dari tayangan ulang di video tersebut, Hilmi terlihat tidak memiliki niat untuk merebut bola dan justru melakukan tendangan yang mengarah langsung ke tubuh Firman Nugraha. Akibatnya, Firman terkapar di lapangan dan harus mendapatkan perawatan medis.
Wasit yang memimpin pertandingan langsung mengganjar Muhammad Hilmi Gymnastiar dengan kartu merah. Firman Nugraha ditandu keluar lapangan dan dilarikan menggunakan ambulans.
Aksi Hilmi tersebut menuai kecaman keras dari warganet di media sosial. Banyak pihak menilai tindakan itu mencoreng sportivitas dan merusak citra sepak bola Indonesia.
Sementara itu, Putra Jaya Pasuruan mengambil langkah tegas terhadap pemainnya. Melalui unggahan resmi di akun Instagram @ps.putrajaya, klub mengumumkan pemecatan Muhammad Hilmi Gymnastiar berdasarkan surat keterangan bernomor PSPJ/02/05-01-2026.
Ketua Harian PS Putra Jaya Sumurwaru, Gaung Andaka Ranggi P, menyatakan klub tidak mentolerir tindakan tersebut.
“Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru memberhentikan pemain atas nama Muhammad Hilmi Gymnastiar. Kami juga meminta maaf kepada semua pihak, khususnya kepada tim Perseta 1970,” tulis pernyataan resmi klub, Senin, 5 Januari 2026.
Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar atas tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim.
Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat mengatakan sanksi berat dijatuhkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.
“Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” kata Makin dilansir dari ANTARA,Selasa (6/1/2026). (**)
Editor: Sarno Kenes










