Titian Persatuan Hadirkan Harapan di Desa Terpencil Pandeglang
Panselanews.com [PANDEGLANG] – Warga Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, masih tak percaya jembatan gantung “Titian Persatuan” kini berdiri kokoh di Dusun Cikembang. Inisiatif mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melalui organisasi Aksi Bersama, menghadirkan akses vital tanpa dana APBN, memicu decak kagum warga yang menyebutnya “seperti mimpi.”
Kepala Desa Cihanjuang, Cacu, menyampaikan rasa syukur atas jembatan baru ini. “Kami seperti bermimpi. Pak Anies bisa membangun sampai ke pelosok kami,” ujarnya, Jumat (16/5/2025). Ia menceritakan jembatan lama yang rapuh kerap membuat warga dan anak-anak terpeleset, bahkan menyebabkan tragedi, seperti seorang ibu hamil yang meninggal karena tak bisa ke rumah sakit.
Anies, saat meresmikan jembatan pada Rabu (14/5/2025), menegaskan bahwa jembatan adalah “pintu gerbang kesejahteraan.” “Jembatan ini menyambung harapan, memudahkan anak sekolah, petani ke pasar, dan akses kesehatan,” katanya. Dibangun secara gotong royong, jembatan ini menjadi langkah awal Aksi Bersama untuk membuka isolasi desa terpencil.
Warga setempat, seperti Budi, petani lokal, merasakan dampak langsung. “Dulu hasil panen susah dibawa ke pasar karena jembatan rusak. Sekarang lebih aman,” ungkapnya. Jembatan ini juga meningkatkan keselamatan anak-anak yang sebelumnya harus menyeberang sungai dengan risiko tinggi untuk bersekolah.
Geisz Chalifah, pendukung Anies, memuji inisiatif ini melalui X. “Anies disebut pengangguran, cuma omon-omon. Tapi ini bukti pemimpin otentik, bangun jembatan tanpa jabatan,” tulisnya. Respons positif warganet menegaskan pentingnya infrastruktur seperti ini untuk daerah terpencil seperti Pandeglang selatan.
Aksi Bersama, yang diluncurkan bersamaan dengan peresmian jembatan, berkomitmen melanjutkan pembangunan jembatan di pelosok Indonesia. Dengan semangat gotong royong, Anies mengajak masyarakat bergabung melalui aksibersama.or.id untuk mewujudkan Indonesia yang lebih terhubung dan setara. Kegiatan ini menjadi simbol harapan yang dijemput, bukan ditunggu. (dari berbagai sumber)
Editor: Tri Wahyudi









