Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 31 Mei 2025 17:06 WIB

Beasiswa Santri Jateng ke Luar Negeri, Taj Yasin Wujudkan Pesantren Obah


					Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberikan sambutan saat acara wisuda di Pondok Pesantren Roudlotul Muhtadin 2, Limpung, Batang, 31 Mei 2025. (Sumber: Syahidan)

Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin memberikan sambutan saat acara wisuda di Pondok Pesantren Roudlotul Muhtadin 2, Limpung, Batang, 31 Mei 2025. (Sumber: Syahidan)

Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Mesir hingga Australia

Panselanews.com [BATANG] – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi santri melalui program Pesantren Obah. Program ini membuka peluang bagi santri asal Jateng untuk melanjutkan kuliah ke sejumlah negara, termasuk Mesir, Jerman, Korea, Jepang, dan Australia. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri wisuda dan Akhirussanah MTs Baitul Ulum Pondok Pesantren Roudlotul Muhtadin 2, Limpung, Kabupaten Batang, pada Sabtu (31/5/2025).

“Kami telah menjalin kerja sama dengan universitas di beberapa negara. Saya sendiri sudah bertemu dekan di Mesir untuk memastikan beasiswa bagi mahasiswa Jateng, termasuk santri, dengan pembiayaan dari pemerintah,” ujar Taj Yasin. Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak luar negeri sudah dimulai bahkan sebelum pelantikannya sebagai Wagub pada 25 Februari 2025, menunjukkan keseriusan program ini.

Selain beasiswa, Pemprov Jateng juga mengkaji pengakuan ijazah pendidikan nonformal seperti madrasah diniyah, sekolah minggu, dan lembaga keagamaan lainnya. Langkah ini bertujuan memberikan afirmasi kepada lulusan pendidikan berbasis keagamaan agar lebih mudah melanjutkan ke jenjang SMA. “Ijazah madrasah diniyah atau sekolah keagamaan akan menjadi poin tambahan saat mendaftar ke SMA, mendukung pendidikan inklusif,” jelas Taj Yasin.

Kebijakan ini merupakan bagian dari janji kampanye Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin untuk memperluas akses pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng tengah menyusun regulasi teknis untuk implementasi kebijakan ini, dengan target penerapan pada tahun ajaran 2026/2027. “Program ini tidak hanya membekali akademik, tetapi juga karakter melalui pendidikan berbasis keagamaan,” tambahnya.

Acara wisuda MTs Baitul Ulum dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, pimpinan pesantren Khabib Ghozi, dan ulama Tegal, Habib Sholeh. Taj Yasin berharap program Pesantren Obah dapat meningkatkan kualitas pendidikan santri dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pendidikan berbasis karakter.(*)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Motor Tabrakan di Simpang Tiga Pracimantoro Wonogiri, Dua Orang luka Serius

22 April 2026 - 20:23 WIB

TMMD Sengkuyung II 2026 Resmi Dibuka di Tirtomoyo Wonogiri, Percepat Pembangunan Desa

22 April 2026 - 19:46 WIB

Pemprov Jateng Bangun 20 Unit Rumah Apung bagi Warga Terdampak Rob di Demak

22 April 2026 - 19:28 WIB

Baharkam Polri Cek Kesiapan Berbagai Peralatan di Polda Jateng, Wujud Kesiapan Jaga Harkamtibmas

22 April 2026 - 19:14 WIB

Sindikat Ekspor Fiktif Dibongkar Polda Jateng, Ribuan Unit Motor Diselundupkan ke Timor Leste

22 April 2026 - 19:00 WIB

Bupati Mas Ipin Dukung Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah

22 April 2026 - 13:36 WIB

Trending di Berita Terkini