Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Mesir hingga Australia
Panselanews.com [BATANG] – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi santri melalui program Pesantren Obah. Program ini membuka peluang bagi santri asal Jateng untuk melanjutkan kuliah ke sejumlah negara, termasuk Mesir, Jerman, Korea, Jepang, dan Australia. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri wisuda dan Akhirussanah MTs Baitul Ulum Pondok Pesantren Roudlotul Muhtadin 2, Limpung, Kabupaten Batang, pada Sabtu (31/5/2025).
“Kami telah menjalin kerja sama dengan universitas di beberapa negara. Saya sendiri sudah bertemu dekan di Mesir untuk memastikan beasiswa bagi mahasiswa Jateng, termasuk santri, dengan pembiayaan dari pemerintah,” ujar Taj Yasin. Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan pihak luar negeri sudah dimulai bahkan sebelum pelantikannya sebagai Wagub pada 25 Februari 2025, menunjukkan keseriusan program ini.
Selain beasiswa, Pemprov Jateng juga mengkaji pengakuan ijazah pendidikan nonformal seperti madrasah diniyah, sekolah minggu, dan lembaga keagamaan lainnya. Langkah ini bertujuan memberikan afirmasi kepada lulusan pendidikan berbasis keagamaan agar lebih mudah melanjutkan ke jenjang SMA. “Ijazah madrasah diniyah atau sekolah keagamaan akan menjadi poin tambahan saat mendaftar ke SMA, mendukung pendidikan inklusif,” jelas Taj Yasin.
Kebijakan ini merupakan bagian dari janji kampanye Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin untuk memperluas akses pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng tengah menyusun regulasi teknis untuk implementasi kebijakan ini, dengan target penerapan pada tahun ajaran 2026/2027. “Program ini tidak hanya membekali akademik, tetapi juga karakter melalui pendidikan berbasis keagamaan,” tambahnya.
Acara wisuda MTs Baitul Ulum dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, pimpinan pesantren Khabib Ghozi, dan ulama Tegal, Habib Sholeh. Taj Yasin berharap program Pesantren Obah dapat meningkatkan kualitas pendidikan santri dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pendidikan berbasis karakter.(*)










