PanselaNews.com [Sidoarjo] – Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo melalui BMKG telah mengeluarkan press release penting mengenai masa peralihan dan awal musim hujan di Jawa Timur untuk periode 2024/2025. Menurut prakiraan musim yang dirilis, sebagian wilayah di Jawa Timur telah memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan pada bulan Oktober ini.
Dalam masa peralihan ini, hujan diperkirakan akan terjadi terutama pada sore atau malam hari, dengan intensitas hujan yang bervariasi, mulai dari ringan, sedang hingga lebat, yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang sesaat. Hal ini menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup aktif di wilayah Jawa Timur, di mana suhu muka laut masih terpantau hangat dengan anomali antara -0,05 hingga 2,0, sehingga suplai uap air di atmosfer cukup melimpah.
Indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini terpantau netral, namun mencuat prediksi fenomena La Niña lemah pada bulan Oktober 2024. Selain itu, angin monsun baratan diprediksi akan mulai memasuki Jawa Timur pada bulan November, yang dapat berkontribusi dalam pembentukan awan-awan Cumulonimbus dan meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di masa pancaroba. Ancaman cuaca buruk seperti hujan lebat, angin kencang, bahkan puting beliung dan hujan es patut diwaspadai.
Menurut perkiraan, sebagian besar wilayah Jawa Timur akan memasuki awal musim hujan pada dasarian II November 2024, dengan puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Februari 2025.
BMKG menghimbau masyarakat untuk bersiap-siap dengan langkah-langkah preventif, seperti membersihkan saluran irigasi dan sungai, memangkas pohon-pohon tua, menertibkan baliho semi permanen, serta senantiasa waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, pohon tumbang, dan tanah longsor, terutama di daerah dataran tinggi.
sumber :@infobmkgjuanda
editor : Tri Wahyudi









