Jumat, 6 November 2026
Breaking
Nasional

Halalbihalal MAPPI, Wamen ATR Soroti Etika Profesi Penilai

9 April 2026 · panselanews

Pesan integritas di acara MAPPI

Wamen ATR Ingatkan Pentingnya Integritas Profesi Penilai

PanselaNews.com [JAKARTA] – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya integritas profesi penilai dalam setiap pengambilan keputusan, khususnya dalam momentum halalbihalal Idulfitri 1447 H yang digelar oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dalam sambutannya, Ossy menyampaikan bahwa integritas profesi penilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut kejujuran dan kebersihan niat dalam menetapkan nilai.

“Setiap angka yang ditulis oleh penilai memiliki konsekuensi besar bagi banyak pihak,” ujarnya.

Nilai Penilaian Berdampak Luas

Menurut Ossy, profesi penilai merupakan profesi intelektual yang memiliki tanggung jawab besar dalam berbagai sektor, termasuk pembangunan dan kebijakan publik. Oleh karena itu, integritas profesi penilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.

Ia menekankan bahwa setiap keputusan penilaian tidak bisa dilepaskan dari dimensi etika dan moral. Penilai diharapkan mampu menghadirkan hati dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Momentum Idulfitri untuk Refleksi Moral

Momentum Idulfitri, lanjut Ossy, menjadi pengingat penting bagi seluruh profesional untuk kembali pada nilai dasar kejujuran dan integritas.

“Idulfitri mengingatkan kita pada fondasi kejujuran hati dan kebersihan niat,” katanya.

Dalam konteks profesi penilai, refleksi ini menjadi penting untuk memastikan setiap hasil penilaian dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab.

Peran Strategis Penilai dalam Pembangunan

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional MAPPI, Budi Prasodjo, menyatakan bahwa profesi penilai memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, mulai dari asuransi hingga perbankan.

Ia juga menyoroti kontribusi penilai dalam kebijakan pemerintah, terutama dalam proses pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur.

“Profesi penilai berperan penting dalam membantu pemerintah mengambil kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional

Budi menambahkan, kontribusi profesi penilai tidak hanya terbatas pada sektor teknis, tetapi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan ruang lingkup yang semakin luas, profesi ini dituntut untuk terus menjaga standar profesionalisme dan integritas.

Acara halalbihalal yang mengusung tema “Menapaki Jejak Baru, Mengukir Berkah dalam Harmoni” ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan profesional penilai.

Turut mendampingi Wamen ATR dalam kegiatan tersebut antara lain Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin serta Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Yuliana. (Nor)