Geopark Kebumen Mendunia, Simbol Kekayaan Alam dan Budaya
Panselanews.com [KEBUMEN] – Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, resmi menerima sertifikat UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk Geopark Kebumen di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis, pada Senin (02/06/2025). Kembalinya Bupati ke tanah air pada Sabtu (07/06/2025) menandai momen bersejarah bagi Kebumen, yang kini diakui dunia atas kekayaan geologi, biodiversitas, dan budayanya. Penyerahan sertifikat, yang dihadiri 16 geopark baru dari berbagai negara, menjadi bukti kerja keras Pemerintah Kabupaten Kebumen dan masyarakat dalam mempromosikan warisan alam dan budaya.
Bupati Lilis, didampingi putranya, Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, mempresentasikan potensi Geopark Kebumen, termasuk situs geologi seperti Lava Bantal dan Rijang Merah di Desa Seboro, serta Gua Petruk dengan formasi batuan karstnya. “Pengakuan ini hasil kolaborasi semua pihak. Mari kita jaga status UGGp untuk memajukan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lilis usai acara. Selama di Paris, rombongan juga memamerkan produk lokal seperti batik Kebumen, anyaman pandan, dan kuliner khas seperti sate Ambal dan lanting, menarik perhatian delegasi global.
Geopark Kebumen, yang mencakup 22 dari 26 kecamatan, resmi ditetapkan sebagai UGGp pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221, 2-17 April 2025, setelah lolos nominasi pada September dan Desember 2024. General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen, Sigit Tri Prabowo, menyebutkan bahwa status ini istimewa karena sertifikat diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO, berbeda dari konferensi global sebelumnya. “Ini momentum untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati Lilis mengajak masyarakat menjaga kelestarian geopark untuk memastikan dampak ekonomi jangka panjang. Kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, pada 2 Mei 2025, ke situs seperti Gua Petruk dan Pantai Menganti, juga memperkuat promosi geopark ini. Data Dinas Pariwisata Kebumen mencatat kunjungan wisatawan ke geopark meningkat 20% sepanjang 2024-2025, menunjukkan potensi besar sektor pariwisata.(*)
Editor: Tri Wahyudi









