Panselanews.com, Trenggalek-Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Kesehatan menggelar rembuk stunting bertempat di kawasan Agro Park Jl. Soekarno-Hatta Trenggalek, Selasa (27/02) .
Asisten I Pemkab Trenggalek, Saeroni, mewakili Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, menyampaikan terdapat 4 sasaran dalam rembuk stunting tahun ini.
1. Menguatkan peran lintas sektor dalam konvergensi intervensi stunting.
2. Meningkatkan pergerakan pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif.
3. Menetapkan sasaran dan desa lokus serta rencana program beserta indikator kinerja dan kebutuhan pendanaan dalam rencana kegiatan percepatan penurunan stunting.
4. Menguatkan kesepakatan pemerintah desa lokus (lokasi prioritas) untuk meningkatkan alokasi kebutuhan pendanaan program.
Saeroni menyampaikan pemerintah Indonesia telah menetapkan target penurunan stunting di angka 14 persen di tahun 2024. Namun berdasarkan survey status gizi Indonesia tahun 2022, presentase stunting di Indonesia masih mencapai di angka 21,6 persen.
“Untuk mewujudkan hasil yang optimal di akhir tahun RPJMN ini maka Kabupaten Trenggalek berusaha lebih keras untuk percepatan penurunan stunting tingkat kabupaten yang saat ini telah mencapai 6,62 persen,” terang Saeroni seperti dilansir dari kanaltujuh, Selasa (27/2).
Lebih lanjut ia menyampaikan aksi konvergensi percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Trenggalek dimulai tahun 2019 dengan jumlah lokus saat itu sejumlah 10 desa.
Dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek selama 5 tahun ke belakang, pada akhirnya angka stunting di Trenggalek hingga saat ini mengalami penurunan menjadi 8,28 persen.
“Rata-rata laju penurunan sebesar 1,6 persen per tahun,” ungkapnya.
Menurut Saeroni, hal ini merupakan sinyal positif bagi Kabupaten Trenggalek untuk mencapai zero stunting di masa yang akan datang. (Sar)









