Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 13 Apr 2025 07:20 WIB

Dua Pelajar Asal Boyolali Meninggal Terseret Ombak Saat Bermain Air di Pantai Klayar Pacitan


					Dua Pelajar Asal Boyolali Meninggal Terseret Ombak Saat Bermain Air di Pantai Klayar Pacitan Perbesar

korban saat dievakusi oleh petugas dan warga di Pantai Klayar, Pacitan, Sabtu (12/4/2025) pagi. /ANTARA/HO-SAR Pacitan

 

PanselaNews.com,Pacitan– Suasana liburan yang penuh ceria berubah menjadi duka setelah dua pelajar asal Boyolali ditemukan meninggal dunia akibat terseret ombak saat bermain air di Pantai Klayar, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan pada Sabtu (12/4/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Irvan Arrosyidin (17) dan Ahmad Yudhianto (18). Sementara satu rekan mereka, Fahrian Putra (16), selamat setelah sempat terbawa arus.

BACA JUGA  Menteri Nusron Minta Tata Ruang Provinsi Tak Ganggu Lahan Sawah

Wakapolres Pacitan Kompol Pujiyono menjelaskan, ketiga remaja itu semula bermain air di tepi pantai saat ombak besar datang menggulung. “Jenazah korban telah dievakuasi ke puskesmas dan diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Ketiganya diketahui berkemah di kawasan pantai sejak Jumat (11/4) bersama lima teman lain. Musibah terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saat mereka bermain terlalu dekat dengan bibir pantai.

BACA JUGA  Pastikan Produk MBG Bergizi dan Higienis, Polri Kawal Pembekalan Relawan SPPG di Bulukerto Wonogiri

Petugas gabungan yang menerima laporan langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan dua korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Menurut Pujiyono, pihaknya telah berulang kali mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang atau bermain air karena gelombang laut di kawasan selatan cukup ekstrem.

BACA JUGA  Gubernur Ahmad Luthfi Minta Media Arus Utama Jadi Penjernih Informasi

“Sudah ada papan larangan di lokasi,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menyebut, karakteristik ombak Samudera Indonesia yang tinggi dan arus bawah laut yang kuat menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penyelamatan.

“Pengunjung diimbau meningkatkan kewaspadaan, apalagi saat gelombang sedang tinggi,” ucap Erwin. (*)

Sumber: ANTARA

Penulis

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini