Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 29 Sep 2025 18:50 WIB

Festival Jaranan Trenggalek Dapat Pujian dari Sekretaris Kementrian Ekonomi Kreatif


					Festival Jaranan Trenggalek Dapat Pujian dari Sekretaris Kementrian Ekonomi Kreatif Perbesar

 

Menurut Sekretaris Kementrian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, festival Jaranan Trenggalek Terbuka ini merupakan sebuah ekosistem ekonomi kreatif. Bukan hanya sekedar seni pertunjukan maupun seni hiburan, karena dalam festival jaranan ini menggerakkan semua para penggiat ekonomi kreatif. Baik sektor maupun subsektor kuliner

 


PanselaNews.com [TRENGGALEK]- Sekretaris Kementrian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati datang langsung dan memuji gelaran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 tahun 2025 yang digelar selama sepekan di Alun-alun Trenggalek.

Tidak kaleng-kaleng, 29 tahun digelar secara berturut-turut, menurutnya menunjukkan konsistensi yang sangat luar biasa. “Jadi Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ini merupakan sebuah ekosistem ekonomi kreatif. Bukan hanya sekedar seni pertunjukan maupun seni hiburan, karena dalam festival jaranan ini menggerakkan semua para penggiat ekonomi kreatif. Baik sektor maupun subsektor kuliner, kriya dan lain sebagainya,” kata Dessy Ruhati, pada pembukaan festival ini, Minggu [28/9].

BACA JUGA  Hasil Piala AFF U-23 2025: Indonesia Vs Malaysia Skor 0-0, Garuda Muda ke Semifinal

Kemudian di sini saya yakin banyak sekali masyarakat, baik itu kaum muda yang bergerak dalam bidang digital. Mereka juga melaksanakan berbagai aktivitas dari marketing digital untuk mempromosikan dari festival jaranan ini.

Harapannya adalah, bahwa Festival Jaranan ini tidak hanya menjadi bagian daripada event nasional. Melainkan juga event internasional yang dapat kita teruskan dan kita gaungkan bersama-sama.

Dan rangkaian dari Festival ini akan menunjukkan bahwa Kabupaten Trenggalek siap menjadi kabupaten kreatif dan siap untuk mendorong masyarakat penggiat Ekrafnya lebih maju lagi.

“Kami siap membantu dan memfasilitasi, baik itu dari Hak Kekayaan Intelektual. Maupun kemudian juga berbagai pelatihan dan pendampingan untuk menggiatkan para penggiat ekonomi kreatif ini naik kelas dan diakselerasi menjadi siap untuk berdaya saing global,” tandas Dessy.

BACA JUGA  Gebrakan Menteri ATR/BPN: Restrukturisasi Distribusi Tanah Demi Keadilan Ekonomi

Sementara itu Asisten Deputi Strategi Event Kementrian Pariwisata, Fransiskus Handoko yang juga hadir langsung dalam kegiatan ini  menyebut Festival Jaranan Trenggalek Terbuka berpotensi untuk masuk dalam  Karisma Event Nusantara [KEN] tahun 2026.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengajukan ini ke Kementerian Pariwisata.

“Tentu saja Kemenpar menyambut baik dengan event ini dan ternyata sudah 29 tahun berjalan dengan baik. Dan tahun ini Kabupaten Trenggalek mengusulkan untuk masuk ke dalam salah satu event Karisma Event Nusantara [KEN] untuk tahun 2026,” katanya.

Saya kira ini berpotensi sekali dan bahkan dengan pengalaman yang luar biasa ini, event ini bisa diangkat naik kelas menuju event nasional bahkan internasional. Dan tentu saja ini melui beberapa tahapan.

Pada saat ini pemerintah dalam hal ini Kemenpar berkolaborasi dengan Kementerian Perekonomian dan lembaga lainnya menyiapkan dukungan dana pariwisata yang sifatnya non APBN. Artinya apa, artinya dukungan untuk event-event itu agar bisa meningkat secara kualitas dapat diwujudkan dengan adanya dukungan tersebut.

BACA JUGA  Dalang Kondang Ki Purbo Asmoro Bakal Meriahkan Puncak Hari Jadi Ke-832 Trenggalek, Lakon Wahyu Makutha Rama

Dan juga menyiapkan dukungan-dukungan lain masalah perijinan. Saya kira ini bisa menjadi percontohan juga bagi Kabupaten lainnya yang mana Trenggalek sudah bisa menyiapkan event secara mandiri, yang ternyata sustainable setiap tahun dalam waktu tentang yang cukup lama.

Dan ini tentu membuktikan bahwa masyarakat semakin melestarikan budayanya, yang memberikan kemanfaatan juga. Semoga ini terus berlanjut dan pemerintah dalam hal ini perlu mendukung untuk bisa meningkatkan kualitas eventnya.

“Dari pengalaman yang sudah disiapkan ini berpotensi sekali untuk mendapatkan dukungan,” tandasnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini