Pencairan Gaji Ke-13 Mulai 2 Juni, Sasar PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan
Panselanews.com [JAKARTA] – Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan pencairan gaji ke-13 tahun 2025 mulai 2 Juni untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pensiunan. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2025, yang mengatur teknis pemberian tunjangan hari raya dan gaji ke-13 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penerima gaji ke-13 mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, pejabat negara, pimpinan dan pegawai non-ASN di lembaga penyiaran publik, serta pensiunan seperti pensiunan PNS, TNI, Polri, dan pejabat negara. Total penerima diperkirakan mencapai 9,4 juta orang.
Nominal gaji ke-13 bervariasi sesuai golongan. Untuk Golongan Ia (terendah), gaji pokok berkisar Rp1.685.700 hingga Rp2.522.600, sedangkan Golongan IVe (tertinggi) mencapai Rp3.880.400 hingga Rp6.373.200. Komponen gaji ke-13 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, serta tunjangan kinerja untuk ASN pusat atau tambahan penghasilah pegawai (TPP) di daerah sesuai kemampuan fiskal.
Bagi pensiunan, gaji ke-13 mencakup pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tambahan penghasilan pensiun. Guru dan dosen tanpa tunjangan kinerja juga berhak atas tunjangan profesi atau tambahan penghasilan sebesar 100% dari yang diterima bulanan.
Pencairan dilakukan tanpa verifikasi ulang dan langsung ditransfer ke rekening penerima. Gaji ke-13 tidak dikenakan potongan iuran atau potongan lain, namun dikenakan pajak penghasilan sesuai peraturan, yang ditanggung pemerintah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, “Gaji ke-13 ini bertujuan mendukung kebutuhan keluarga aparatur negara dan pensiunan menjelang tahun ajaran baru, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi rumah tangga.” Kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional.(*)
Editor: Tri Wahyudi










