Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 27 Mar 2026 17:10 WIB

Pemprov Jateng Dorong Percepatan Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Grobogan 


					Pemprov Jateng Dorong Percepatan Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Grobogan  Perbesar

 

 

PanselaNews.com [SEMARANG]– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mempercepat perbaikan tanggul Sungai Tuntang, di perbatasan antara Kabupaten Demak dengan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang mengalami keretakan.

Pemprov Jateng telah berkomunikasi dengan BBWS Pemali Juana terkait adanya retakan ini. Apalagi, retakan itu berada di dekat titik yang jebol Februari 2026 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, ada dua penanganan yang dilakukan oleh BBWS Pemali Juana. Meliputi penguatan tanggul dengan pemasangan bronjong yang diisi batu. Selanjutnya diperkuat pula dengan sandbag atau tumpukan karung berisi pasir.

BACA JUGA  Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 Resmi Diluncurkan, Menteri AHY Harap Bisa Dorong Investasi dan Kepastian Hukum

“Dengan langkah ini harapanya tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik,” kata Henggar, di Semarang, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, untuk penguatan menggunakan sandbag tak membutuhkan waktu lama. Karung pasir tinggal ditata di titik yang terjadi retakan. Selanjutnya, untuk pemasangan menggunakan bronjong, membutuhkan proses waktu karena harus di titik yang tepat, agar tidak sampai sampai longsor atau retak kembali.

BACA JUGA  Tangkap Komplotan Curas Mobil, 3 Anggota Resmob Polda Jateng Terluka Ditabrak Pelaku

Adanya retakan, lanjut Henggar, karena saat pengerjaan pada Februari lalu dilakukan dengan cepat. Saat itu BBWS ditarget tiga hari selesai, karena berkejaran dengan waktu jelang Lebaran 2026.

“Setelah bencana itu, penanganan harus cepat. Setelah banjir dan tanggul jebol, maka penanganan tanggul ditarget tiga hari selesai, agar Pemprov bisa segera menanganani ruas jalan yang rusak,” ujar Henggar.

Saat ini pihaknya berharap penanganan retakan bisa dipercepat. Apalagi saat ini masih terjadi hujan, meski intensitas tidak setinggi awal 2026. Namun upaya antisipasi mesti dilakukan, jangan sampai debit air sungai naik dan menambah parah kerusakan tanggul.

BACA JUGA  Gubernur Ahmad Luthfi Angkat 13.111 PPPK Paruh Waktu, Para Guru Terharu

“Sudah komunikasi dengan BBWS. Segera ditangani,” jelas Henggar.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Demak serta stakeholder terkait, agar melakukan perawatan, terutama terkait tanggul sungai. Misalnya, dengan melakukan penanaman pohon dan perawatan lainnya.

“Rawat tanggulnya, tanami pohon di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan,” katanya beberapa waktu lalu. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Perayaan Waisak

1 Juni 2026 - 21:24 WIB

Polres Wonogiri Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Kebangsaan

1 Juni 2026 - 17:59 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

1 Juni 2026 - 16:46 WIB

Kapolres Trenggalek Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

1 Juni 2026 - 11:53 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pegawai di Lingkup Sekda Trenggalek Gelar Upacara

1 Juni 2026 - 10:22 WIB

Kapolres Trenggalek Hadiri Panen Raya Padi Organik

29 Mei 2026 - 18:24 WIB

Trending di Berita Terkini