Khofifah: Fasilitas Modern Tekan AKI, AKB, dan Stunting
Panselanews.com [PONOROGO] – Pembangunan Gedung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks RSU Muslimat Ponorogo memasuki tahap akhir, ditandai dengan topping off ceremony (TOC) pada Rabu (14/5/2025). Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rois Syuriah PBNU Prof M Nuh, dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, menandakan rampungnya struktur utama gedung tujuh lantai tersebut.
Khofifah, yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, menyebut gedung ini sebagai wujud komitmen Muslimat menyediakan layanan kesehatan modern. “Gedung Gus Dur tingkatkan kualitas pelayanan kesehatan Ponorogo dan jadi kado Harlah seabad NU pada 2026,” ujarnya. Dengan progres 80%, gedung ini akan rampung akhir Januari 2026.
Gedung Gus Dur, high rise building setinggi lebih dari 23 meter, memiliki lantai 1–3 untuk parkir dan lantai 4–7 untuk rawat inap dengan 64 tempat tidur. “RSU Muslimat tipe C bintang lima ini akan tekan AKI, AKB, dan stunting,” kata Khofifah. Fokus kesehatan ibu dan anak sejalan dengan misi NU di bidang kesehatan dan pendidikan.
Rois Syuriah PBNU Prof M Nuh menegaskan gedung ini mencerminkan khidmat NU kepada umat. “Ini investasi amal kebaikan, ide harus diwujudkan nyata,” ujarnya. Ia berharap RSU Muslimat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang inklusif dan bermutu.
Bupati Sugiri Sancoko menambahkan, Pemkab Ponorogo serius menangani kesehatan ibu dan anak. “Kami pantau ibu hamil by name, by address, dan koordinasikan fasyankes untuk tekan AKI dan AKB,” katanya. Ia juga mendorong program khusus pengawalan ibu hamil hingga pasca-melahirkan untuk cegah stunting.
RSU Muslimat Ponorogo kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelayanan kesehatan. Dengan Gedung Gus Dur, rumah sakit ini diharapkan memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan modern, mendukung visi NU dan pemerintah untuk masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera di Jawa Timur.
Editor: Tri Wahyudi









