Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 15 Jun 2026 22:27 WIB

Pajak Warga Kembali ke Desa, Pemprov Jateng Siapkan Bankeupemdes Rp1,7 Triliun


					Pajak Warga Kembali ke Desa, Pemprov Jateng Siapkan Bankeupemdes Rp1,7 Triliun Perbesar

Pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat, salah satunya melalui bantuan keuangan sarana dan prasarana desa. 

PanselsNews.com [SEMARANG] – Pajak bermotor yang dibayarkan masyarakat Jawa Tengah kembali dirasakan manfaatnya oleh warga. Melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeupemdes) 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi, mengalokasikan Rp1,7 triliun untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana di desa-desa.

Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Eko Sukoco, mengatakan, anggaran tersebut akan disalurkan pada 13.093 titik di 29 kabupaten di Jawa Tengah.

“Bankeupemdes 2026 jumlahnya Rp1,7 triliun. Ini berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah yang sebagian besar ditopang oleh pendapatan asli daerah, terutama pajak kendaraan bermotor. Jadi pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat, salah satunya melalui bantuan keuangan sarana dan prasarana desa,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Menurut Eko, bantuan tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga sektor pendidikan, sosial, budaya, dan olahraga.

BACA JUGA  Petani Singkong di Wonogiri Menjerit, Harga Hanya Rp500/Kg

Pada 2025, alokasi Bankeupemdes tercatat sekitar Rp1,6 triliun. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp1,7 triliun pada 2026, sebagai bentuk komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung pembangunan desa.

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah provinsi kepada desa. Kami meyakini dana yang beredar melalui bantuan ini, akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian desa,” ujarnya.

Eko menjelaskan, bantuan yang diterima setiap desa bersifat variatif, berkisar antara Rp50 juta hingga Rp200 juta, menyesuaikan jenis kegiatan yang dilaksanakan. Selain mendukung pembangunan fisik, program tersebut juga mendorong perputaran ekonomi lokal, melalui penggunaan tenaga kerja dan material dari masyarakat setempat.

Salah satu desa yang merasakan manfaat Bankeupemdes adalah Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang. Pada 2025, desa tersebut menerima bantuan untuk sejumlah pembangunan talud drainase dan talud penahan tebing di beberapa dusun.

Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, mengatakan, bantuan Rp200 juta digunakan untuk pembangunan talud drainase di Dusun Cerbonan dan Tegalwuni, yang membantu mengurangi genangan saat musim hujan. Selain itu, bantuan Rp50 juta untuk pembangunan talud penahan tebing di Dusun Dangkel.

BACA JUGA  Pratama Arhan Resmi Bergabung dengan True Bangkok United, Kenakan Jersey Nomor 21

“Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Selain mengurangi risiko banjir dan longsor, pembangunan ini juga mendukung pengembangan kawasan wisata di desa,” katanya.

Anggoro menambahkan, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan pola pemberdayaan masyarakat. Dana yang masuk ke rekening desa dikelola bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan pembelian material dari toko-toko di desa.

“Yang mengerjakan warga, pembelanjaannya juga di desa. Jadi perputaran ekonominya kembali ke masyarakat. Dampaknya benar-benar dirasakan warga,” ungkap Sri Anggoro.

Menurutnya, keterbukaan informasi juga dilakukan melalui pemasangan papan proyek dan publikasi di media sosial desa, sehingga masyarakat dapat mengetahui sumber pendanaan, nilai kegiatan, hingga hasil pembangunan.

Manfaat pembangunan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Ketua RT 3 RW 7 Dusun Tegalwuni, Teguh Purono, mengatakan, talud drainase yang dibangun mampu memperlancar aliran air, dan mengurangi potensi banjir yang sebelumnya kerap terjadi di lingkungan setempat.

“Sebelum ada talud, saluran air sering tersumbat dan menyebabkan banjir. Setelah dibangun, aliran air menjadi lancar, dan juga membantu pengairan lahan pertanian warga,” ujarnya.

BACA JUGA  Tak Jera, Residivis Narkoba Ini Kembali Diamankan Polisi Wonogiri

Pembangunan talud juga dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat. Warga dari enam RT di Dusun Tegalwuni terlibat dalam proses pembangunan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Hal serupa disampaikan warga Dusun Dangkel, Sugiarto. Dia mengatakan, sebelum dibangun talud penahan tebing, kawasan tersebut rawan longsor karena berada di dekat permukiman dan akses jalan warga.

“Setelah ada talud, warga merasa lebih aman dan nyaman. Jalan tidak lagi tertutup material longsoran, lingkungan juga terlihat lebih rapi dan indah,” katanya.

Sugiarto menilai pembangunan tersebut menjadi bukti nyata, jika pajak yang dibayarkan masyarakat dapat kembali dalam bentuk program yang langsung dirasakan manfaatnya.

“Warga tentu senang karena manfaatnya bisa dirasakan langsung. Ini membuat masyarakat semakin paham, bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ahmad Luthfi Minta PMI Jateng Jadi Garda Terdepan Hadapi Kekeringan

1 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Puncak Musim Kemarau, Polda Jateng Perkuat Deteksi Dini dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan

1 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Karanganyar, Dua Pengedar Diamankan dengan 23 Paket Siap Edar

1 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Sambut Bulan Kemerdekaan, PJW Resmi Meluncurkan Program HALO PJW untuk Wadah Laporan Warga

30 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Trending di Berita Terkini