BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami, Warga Diminta Waspada
PanselaNews.com, Cilacap – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4.9 mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 4 April 2025, pukul 13:59:49 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada di laut, 75 km tenggara Cilacap, pada koordinat 8.39° LS dan 109.19° BT, dengan kedalaman 64 km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun getarannya dirasakan hingga Bantul, Garut, dan beberapa wilayah lain di Jawa.
Menurut analisis BMKG, gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia, dengan mekanisme sesar turun kombinasi mendatar (oblique normal fault). Dampak gempa dirasakan di Cilacap, Kebumen, dan Bantul pada skala III MMI (getaran nyata, seperti truk berlalu), serta di Pacitan, Purbalingga (II-III MMI), Pangandaran, dan Garut (II MMI). Hingga pukul 14:15 WIB, belum ada laporan kerusakan atau gempa susulan, seperti disampaikan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu hoaks. “Periksa bangunan tempat tinggal Anda, pastikan tahan gempa dan tidak ada kerusakan yang membahayakan sebelum kembali masuk,” ujar Daryono. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal BMKG seperti @infoBMKG di Instagram/Twitter, situs bmkg.go.id, atau aplikasi wrs-bmkg dan infobmkg. Gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Jawa, terutama Cilacap, berada di zona aktif seismik yang rawan gempa.
Baca juga: Gempa M 4,0 Guncang Pangandaran Jawa Barat, BMKG: Pusat di Laut
Warga di wilayah terdampak diminta waspada terhadap potensi gempa susulan meskipun belum terdeteksi hingga saat ini. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat mitigasi bencana, termasuk edukasi masyarakat dan pemeriksaan infrastruktur tahan gempa, untuk mengurangi risiko di masa mendatang. Pantau terus perkembangan informasi dari BMKG untuk update terkini terkait aktivitas seismik di wilayah ini.(*)









