Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 11 Jun 2026 19:33 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif


					Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif Perbesar

FOTO: Ajang Top Regional Leader 2026, yang diselenggarakan Disway National Network, di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

PanselaNews.com [JAKARTA] — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan untuk kategori Penggerak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif, dalam ajang Top Regional Leader 2026, yang diselenggarakan Disway National Network, di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Penghargaan diserahkan Founder Disway National Network, Dahlan Iskan. Gelaran itu juga dirangkai dengan acara Leadership Forum dan Awarding Ceremony, yang mengangkat tema “Mendorong Daerah sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional”.

Ahmad Luthfi mengatakan, penghargaan tersebut melecut motivasinya untuk lebih baik lagi dalam melakukan pembinaan UMKM di wilayahnya. Apalagi jumlah UMKM di Jawa Tengah sekitar 4,2 juta.

“Ini inspirasi untuk seluruh kepala daerah, agar lebih kreatif dalam menciptakan terobosan di tengah situasi keterbatasan fiskal,” kata Luthfi.

BACA JUGA  Polda Jateng Bongkar Kasus Penipuan Penerimaan Taruna Akpol, Libatkan Oknum Polisi, Korban Rugi Rp2,65 Milyar

Berdasarkan data pada triwulan I 2026, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah membina sekitar 199.781 UMKM. Jumlah tersebut naik 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya. Ribuan UMKM tersebut terdiri atas sektor produksi 81.595 unit, pertanian 28.586 unit, perdagangan 67.595 unit, dan jasa 22.005 unit. Dari jumlah tersebut menyerap sekitar 1,38 juta tenaga kerja. Sementara, nilai asetnya mencapai Rp39,675 miliar dengan omzet Rp70,6 miliar.

Dalam hal pembinaan, komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilakukan melalui kemudahan akses permodalan; peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat pelatihan keterampilan, manajemen, dan pendampingan legalitas usaha. Selain itu membantu terbukanya pasar baru, menerapkan digitalisasi dalam perizinan dan pemasaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menggunakan portal satu data Dinas Koperasi dan UKM serta Silap CSR, untuk memantau data penyaluran bantuan, kemitraan, dan penerima manfaat secara berkala. Di sisi lain realisasi penyaluran modal melalui KUR juga dilakukan, yang saat ini sudah mencapai Rp361,36 triliun untuk 10,31 juta debitur.

BACA JUGA  GMNI Gelar Aksi Damai di Depan Gedung Dewan Trenggalek

Sementara, terkait perkembangan ekonomi kreatif, Jawa Tengah telah memiliki 14 Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di antaranya, Kabupaten Grobogan untuk kuliner Nasi Jagung-Ayam Pecok-Kedelai/Japede, Kabupaten Pati untuk Seni Pertunjukan, Kabupaten Cilacap untuk Animasi-Film-Video, Kota Surakarta dan Kota Semarang juga telah resmi menjadi anggota UNESCO Creative City Networks (UCCN) kategori Crafts & Folk-Art, untuk kerajinan dan seni rakyat.

Selain itu, sebanyak 29 kabupaten/ kota sudah memiliki Komite Ekonomi Kreatif untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah. Komitmen terkait ekonomi kreatif dilakukan dengan pengembangan creative hub Jateng. Fokusnya untuk optimalisasi sarana, menjawab kebutuhan generasi Z, dan penguatan infrastruktur digital.

BACA JUGA  Update Banjir Songgorunggi Nguter Pagi Ini: Air Surut, Kendaraan Nekat Terjang Genangan

“Kita bina (UMKM dan Ekonomi Kreatif) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat di tingkat kecil. Secara tidak langsung ini akan menambah kuatnya ekonomi daerah,” kata Luthfi.

Founder Disway Network, Dahlan Iskan mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai dukungan untuk kepala daerah. Sosok yang juga konsisten mengawal otonomi daerah melalui lembaga pro otonomi daerah itu menilai, di tengah situasi dan tantangan global seperti saat ini, dia yakin masih ada kepala daerah istimewa.

“Kita memberikan penghargaan ini, karena di saat paling sulit tetap akan lahir beberapa kepala daerah yang istimewa. Ini salah satu pembelajaran terbaik untuk kajian efisiensi dan skala prioritas,” katanya. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Polda Jateng Gelar Lomba Polsus, BUJP dan Satpam Teladan 2026 dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80, Dorong Lahirnya Personel Pengamanan Berintegritas

11 Juni 2026 - 19:17 WIB

Trending di Berita Terkini