Panselanews.com,Trenggalek- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek, Senin (19/2/2024) kemarin, mengakibatkan Tembok Penahan Jalan (TPJ) yang berada di Kecamatan Munjungan atau tepatnya di jalan poros utama Munjungan – Panggul masuk desa Ngulungkulon dilaporkan longsor.
Guna mencegah terjadinya resiko korban jiwa, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek telah memasang pengaman untuk menandai separuh ruas jalan di jalur antar kecamatan Munjungan-Panggul yang ambrol akibat terseret tanah longsor.
Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, di Trenggalek Selasa mengatakan, upaya antisipasi tersebut dilakukan guna mencegah atau meminimalkan risiko korban jiwa, terutama bagi pengendara yang ‘nekat’ melintas di titik ruas jalan yang ambrol bagian plengseng hingga fondasi tersebut.
“Untuk jalannya masih bisa dilalui, tapi masyarakat, khususnya pengendara kami imbau untuk waspada saat melintas,” kata Triadi Atmono, Selasa (20/2/2024).
Ia memastikan petugas gabungan telah mendatangi lokasi kejadian dan memasang rambu-rambu tanda bahaya yang bertujuan agar sisi-sisi jalan yang mengalami longsor tidak dilintasi, sehingga kerusakan tidak semakin parah.
Akibat peristiwa itu, taksiran nilai kerugian kerusakan jalan akibat longsor mencapai Rp70 juta.
Peristiwa longsor itu terjadi pada Senin (19/2) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor terjadi setelah sebelumnya daerah itu dilanda hujan lebat mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.
Pascahujan deras, jalan poros utama Munjungan-Panggul itu mengalami longsor. Pihaknya juga telah mengimbau kepada masyarakat untuk waspada akan potensi longsor susulan.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada akan potensi longsor susulan,” katanya. (Sar)









