Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Jul 2025 17:12 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Gaet Singapura, Investasi Ekonomi Hijau Jateng Melonjak


					Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, di Kantor Gubernur, Selasa (1/7/2025). (Foto: Zulkarnain)

Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, di Kantor Gubernur, Selasa (1/7/2025). (Foto: Zulkarnain)

Rp2,081 Triliun dari Singapura, Dorong Energi Terbarukan dan UMKM

Panselanews [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, di Kantor Gubernur, Selasa (1/7/2025). Pertemuan ini membahas peluang investasi dari Singapura untuk mengembangkan ekonomi hijau, khususnya di kawasan industri seperti Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Luthfi mengungkapkan bahwa Singapura merupakan salah satu investor terbesar di Jawa Tengah, dengan nilai investasi pada triwulan I 2025 mencapai Rp2,081 triliun, meningkat dari Rp1,9 triliun (2021), Rp4,1 triliun (2022), Rp4,6 triliun (2023), hingga Rp8,6 triliun (2024). “Kami akan tingkatkan kerja sama, terutama di green industry seperti panel surya, bio migas, dan bio thermal,” ujar Luthfi. Ia menambahkan, potensi energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Tengah sangat besar, dengan 1,2 juta hektare lahan siap dieksplorasi untuk proyek seperti PLTS, panas bumi, dan gas alam.

Dubes Kwok Fook Seng menyoroti hubungan erat Singapura-Jawa Tengah, dengan pertumbuhan industri yang pesat. “Ekonomi hijau bukan hanya energi terbarukan, tetapi juga hilirisasi industri dengan konten lokal dan fitur berkelanjutan,” katanya. Ia menekankan pentingnya konektivitas logistik untuk mendukung ekspor produk Jawa Tengah, seperti kopi, bawang merah, dan ayam, ke pasar global melalui Singapura.

Luthfi menyebutkan peluang kerja sama di sektor pariwisata dan UMKM, termasuk promosi kopi Jawa Tengah ke Singapura melalui kemitraan dengan Kepulauan Riau. Untuk menindaklanjuti, Luthfi berencana mengirim delegasi ke Singapura pada September 2025 guna mempromosikan potensi investasi, sejalan dengan Central Java Renewable Energy Investment Forum (CJREIF) 2025 yang menawarkan proyek EBT seperti PLTS Terapung Waduk Gajahmungkur dan mikrohidro di Banyumas.

Pertemuan ini memperkuat komitmen Jawa Tengah menuju Net Zero Emission 2060, dengan bauran energi terbarukan yang telah mencapai 18,58% pada 2024 dari target 21,32% di 2025. Sinergi ini juga mendukung visi RPJMD Jawa Tengah untuk swasembada pangan dan industri hijau yang berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Jatisrono, Perkuat Sinergi dan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Iwapi Jateng Gelar Pameran Produk Unggulan, Ajang Promosi UMKM Perempuan

26 Juli 2026 - 06:11 WIB

Hartanto Boechori: Pak Presiden Jurnalis Bukan “Londo Ireng”

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita Terkini