Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 2 Jun 2026 18:07 WIB

Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan


					Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan Perbesar

FOTO: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat acara Rembug Pembangunan Jateng 2026 Wilayah Solo Raya, di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026). (Dok.ist) 

PanselaNews.com [BOYOLALI] — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta seluruh sektor untuk terus bersinergi, dalam mempertahankan provinisinya sebagai lumbung pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat acara Rembug Pembangunan Jateng 2026 Wilayah Solo Raya, di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026).

“Jawa Tengah tetap menjadi lumbung pangan nasional. Tahun 2025 kita sudah menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering, dari jumlah itu 15,6 persen untuk kebutuhan nasional,” kata Luthfi.

Menurutnya, capaian tersebut harus dijaga bersama oleh pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga forkopimda. Terlebih, sejumlah daerah mulai bersiap menghadapi musim kemarau. Karenanya, Luthfi meminta pemerintah kabupaten/ kota memetakan wilayah rawan kekeringan, sumber air, kebutuhan irigasi, serta infrastruktur pendukung pertanian. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI, terkait pipanisasi dan sumurisasi.

BACA JUGA  Wakil Ketua Komisi III DPR RI Kecam Kelompok Anarko Sandera Polisi di Peringatan May Day

“Terkait embung dan irigasi, saya minta TNI ikut memetakan daerah-daerah mana yang akan menjadi intervensi,” ujar gubernur.

Luthfi menjelaskan mengenai pembagian peran TNI dan Polri dalam mitigasi kekeringan. TNI diarahkan membantu penanganan sumber air, sumurisasi, dan pipanisasi, sedangkan Polri mendukung distribusi air melalui kendaraan yang dimiliki.

Ditambahkan, keselamatan petani harus menjadi perhatian dalam menjaga produktivitas pangan. Untuk itu dia mengingatkan, agar pengendalian hama tikus tidak dilakukan dengan cara berbahaya, seperti setrum listrik.

Adapun terkait gangguan kera di kawasan pertanian, Luthfi menegaskan penanganan tidak boleh dilakukan dengan cara dibunuh. Pemprov Jateng akan bersurat kepada Menteri Kehutanan, untuk meminta tambahan kuota tangkap dan pengamanan.

Sementara itu, sejumlah bupati/ wali kota di wilayah tersebut juga mendukung upaya Pemprov Jateng, dalam menjaga ketahanan pangan di daerahnya masing-masing.

BACA JUGA  Gelar Pengantar Purna Tugas, Kapolri Sebut Jenderal (HOR) Agus Andrianto Sosok yang Tegas

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan, kondisi ketahanan pangan daerahnya relatif aman. Sragen disebut masih memiliki surplus produksi beras dibanding kebutuhan masyarakat. Walakin, dia berharap ada perhatian khusus bagi daerah-daerah yang memiliki pertanian.

“Karena itu, mohon ada insentif khusus untuk daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan,” kata Sigit.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan, untuk mendukung ketahananan pangan, diperlukan pembangunan embung dan peningkatan jaringan irigasi, dalam memperkuat fungsi lahan pertanian di wilayahnya.

Setyo mengungkapkan, telah membuat program pembangunan 1.000 sumur pantek dalam kurun waktu lima tahun. Pada tahun pertama, sudah terbangun sekitar 293 sumur. Adapun tahun berikutnya ditambah sekitar 253 sumur.

Usulan penguatan irigasi turut disampaikan Bupati Boyolali Agus Irawan. Sebagai daerah dengan potensi pertanian dan sentra sayuran di kawasan Merapi-Merbabu, bupati meminta dukungan perbaikan irigasi, agar lahan pertanian bisa lebih produktif.

BACA JUGA  TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan World Water Forum Ke-10 di Bali

Agus menyebut, masih ada sejumlah lahan pertanian di Boyolali, yang hanya bisa panen satu hingga dua kali dalam setahun. Dengan dukungan perbaikan irigasi, diharapkan produktivitas lahan bisa meningkat.

Selain irigasi, bupati menyampaikan persoalan gangguan kera di kawasan pertanian Merapi-Merbabu. Satwa tersebut disebut turun ke lahan pertanian dan merusak tanaman sayuran.

Setali tiga uang, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto menyampaikan, kondisi pangan daerahnya relatif aman. Sukoharjo melaporkan surplus beras pada 2025 mencapai sekitar 114 ribu ton, dengan cadangan beras daerah sekitar 57 ribu ton, dan cadangan Bulog sekitar 3.500 ton.

Eko juga menyampaikan, Sukoharjo telah menyiapkan mitigasi menghadapi potensi El Nino kecil, melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan Kementeri Pertanian. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tangani Informasi Palsu dan Hoaks, Diskomdigi Jateng Perkuat Kolaborasi Wujudkan “Padhang”

2 Juni 2026 - 14:28 WIB

Diskominfo Trenggalek Dukung Penguatan Informasi Keimigrasian 

2 Juni 2026 - 13:13 WIB

Polres Wonogiri Perkuat Sinergitas Penyidik Polri dan PPNS Dalam Rakor Korwas 2026

2 Juni 2026 - 06:37 WIB

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Perayaan Waisak

1 Juni 2026 - 21:24 WIB

Polres Wonogiri Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Kebangsaan

1 Juni 2026 - 17:59 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

1 Juni 2026 - 16:46 WIB

Trending di Berita Terkini