Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 15 Okt 2025 19:50 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Layanan Speling hingga Bantuan Kube, Warga Pidodo Kendal Antusias


					Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Layanan Speling hingga Bantuan Kube, Warga Pidodo Kendal Antusias Perbesar

 

Gubernur Ahmad Luthfi berinteraksi dengan warga disela pemberian bantuan dan layanan gratis dari Pemprov Jateng, Rabu (15/10). (Foto: istimewa) 

 

PanselaNews.com [KENDAL] – Suasana Balai Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, berbeda dibanding hari-hari sebelumnya, Rabu, 15 Oktober 2025. Sejak matahari belum meninggi, warga sudah memadati halaman balai desa.

Ada yang membawa buku kesehatan, ada pula yang antre sambil menenteng beras bantuan.

Hari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Pelayanan Kesehatan Spesialistik “Sehat Bareng Lutfi Yasin”. Tak hanya itu, pemprov juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Selapanan Pemprov Jateng, di mana sejumlah program unggulan diturunkan langsung ke desa. Di antaranya Kelompok Usaha Bersama (Kube), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Pelayanan Kesehatan Spesialistik Keliling (Speling), serta Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sukosalam, warga Kecamatan Gemuh, tampak sumpringah manakala usaha yang dirintisnya mendapat bantuan Kube dari Pemprov Jateng.

“Usaha kami bergerak di bidang penggemukan sapi, anggotanya sepuluh orang. Selama ini ya jalan sendiri-sendiri. Sekarang dapat bantuan Rp 20 juta, bisa buat beli pakan dan perbaiki kandang,” ujar Sukosalam sambil tersenyum.

BACA JUGA  Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polres Trenggalek Gelar Donor Darah dan Sunat Gratis

Bantuan yang didapatkan membuat kelompoknya lebih semangat. “Rasanya senang sekali, ada perhatian langsung dari pemerintah. Jadi tambah motivasi buat berkembang,” ungkapnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, pemprov juga menyalurkan 1 ton beras CPPD untuk 100 kepala keluarga di Pidodo Kulon, masing-masing mendapat 10 kilogram.

Di sisi lain, tenda pelayanan kesehatan penuh dengan warga yang menunggu giliran pemeriksaan. Salah satunya Mustofa, warga setempat, yang datang bersama istrinya.

“Istri saya mau periksa THT. Biasanya periksa di Puskesmas Induk, kalau yang dekat sini kan puskesmas pembantu. Kalau ke rumah sakit ya agak jauh. Sekarang ada layanan dokter datang ke desa, jadi lebih mudah dan gratis,” ujarnya lega.

Cerita serupa datang dari Jamsari, penderita diabetes melitus (DM) yang sudah 15 tahun berjuang melawan penyakitnya.

“Dulu sempat berhenti berobat karena dikira sudah sembuh. Tahu-tahu kaki saya luka lagi. Terus dikasih tahu sama perangkat desa kalau ada Speling. Alhamdulillah, saya bisa periksa di sini tanpa harus jauh-jauh,” katanya.

BACA JUGA  Di Tengah Kunjungan Kenegaraan, Presiden Prabowo Diskusi Hangat dengan Mantan PM Australia Paul Keating

Program Speling memang dirancang untuk mendekatkan layanan medis ke masyarakat desa. Hingga 13 Oktober 2025, program ini telah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 jiwa penerima manfaat.

Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah bahkan mencapai 9,51 juta jiwa atau 95,98% dari total pendaftar, lebih tinggi dibanding capaian nasional yang sebesar 93,24%.

Menurut perwakilan Puskesmas Patebon, Isti, kegiatan Speling ini bekerja sama dengan RSUD Tugu Kendal dengan menghadirkan dokter spesialis THT, penyakit paru, penyakit dalam, serta layanan radiologi dan pemeriksaan dasar lainnya.

“Antusiasme masyarakat luar biasa, lebih dari 100 orang datang hari ini. Beberapa pasien perlu pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen paru karena hasil dahak negatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak warga yang datang untuk pemeriksaan hipertensi dan diabetes.

“Kami akan tindak lanjuti dengan pemantauan rutin lewat tim PTM (Penyakit Tidak Menular). Jadi tidak berhenti di sini saja,” ujar Isti.

BACA JUGA  Pohon Tumbang, Akses Jalur Medan-Brastagi Terputus, TNI-Polri Bersinergi Lakukan Evakuasi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir meninjau lokasi menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga. Gubernur menegaskan, program Speling merupakan bentuk nyata pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.

Selain itu, Speling menjadi salah satu program prioritas yang ia usung bersama Wakil Gubernur Taj Yasin dalam pelayanan kesehatan yang paripurna.

“Hari ini kita lihat sendiri, masyarakat bisa periksa gratis tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit. Inilah bukti bahwa pemerintah hadir untuk semua,” katanya.

Menurutnya, program ini sejalan dengan arahan Presiden dalam memperluas akses kesehatan gratis bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas medis.

“Kami juga menemukan beberapa kasus TBC dan penyakit tidak menular lainnya. Nanti akan kami lakukan pelacakan dan pendampingan agar masyarakat bisa pulih bersama-sama,” ujarnya. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Banjir Solo Raya, Pastikan Penanganan Segera

15 April 2026 - 16:51 WIB

Persatuan Jurnalis Wonogiri Gelar Maksi dan Halalbihalal, Solidaritas Wartawan Kian Menguat

15 April 2026 - 12:33 WIB

Trending di Berita Terkini