Sinergi dengan Kemenparekraf Perkuat Ekosistem Ekraf di Jawa Tengah
Panselanews.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya menjadikan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai pilar utama perekonomian daerah. Hal ini disampaikan usai bertemu Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa malam, 20 Mei 2025, untuk membahas sinergi pengembangan ekraf.

Gubernur Ahmad Luthfi dorong ekraf Jateng jadi pilar ekonomi, sinergi dengan Kemenparekraf perkuat SDM & event. (Foto: Zulkarnain)
“Ekonomi kreatif adalah tulang punggung ekonomi Jawa Tengah. Sektor ini membuka peluang kerja dan harus digarap maksimal,” ujar Ahmad Luthfi. Ia menyoroti potensi beragam dari heterogenitas masyarakat Jateng, seperti jasa, kuliner, kriya, dan fesyen, yang dapat mendorong lapangan kerja.
Luthfi menyebutkan, Kemenparekraf akan mendukung Jateng melalui bimbingan teknis dan berbagai event, termasuk Solo Raya Great Sale, yang diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi baru. “Menteri akan hadir di Jateng untuk mendukung event-event ini,” tambahnya.
Pemprov Jateng telah melangkah jauh dengan mengembangkan SDM ekraf melalui pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi HKI, dan pembentukan Kabupaten/Kota Kreatif melalui PMK3I. Hingga kini, Pekalongan dan Surakarta telah masuk Unesco Creative Cities Network (UCCN) sejak 2014, sementara 17 kabupaten/kota lain, seperti Salatiga (kuliner) dan Kebumen (film), teruji petik PMK3I. Sebanyak 12 Kabupaten/Kota Kreatif juga telah ditetapkan Kemenparekraf, termasuk Semarang (fesyen) dan Rembang (kriya).
Meski begitu, tantangan seperti perbedaan nomenklatur perangkat daerah dan kurangnya integrasi kebijakan masih menghambat. “Menteri berharap nomenklatur ekraf disesuaikan dengan dinas daerah,” ungkap Luthfi. Pemprov Jateng terus mendorong Semarak KaTa Kreatif sejak 2023 sebagai wadah ekspresi dan jejaring pelaku ekraf.(*)











