Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 21 Mei 2025 14:06 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Tulang Punggung Perekonomian


					Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa malam, 20 Mei 2025 (Foto: Zulkarnain)

Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa malam, 20 Mei 2025 (Foto: Zulkarnain)

Sinergi dengan Kemenparekraf Perkuat Ekosistem Ekraf di Jawa Tengah

Panselanews.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya menjadikan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai pilar utama perekonomian daerah. Hal ini disampaikan usai bertemu Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa malam, 20 Mei 2025, untuk membahas sinergi pengembangan ekraf.

Gubernur Ahmad Luthfi dorong ekraf Jateng jadi pilar ekonomi, sinergi dengan Kemenparekraf perkuat SDM & event. (Foto: Zulkarnain)

“Ekonomi kreatif adalah tulang punggung ekonomi Jawa Tengah. Sektor ini membuka peluang kerja dan harus digarap maksimal,” ujar Ahmad Luthfi. Ia menyoroti potensi beragam dari heterogenitas masyarakat Jateng, seperti jasa, kuliner, kriya, dan fesyen, yang dapat mendorong lapangan kerja.

Luthfi menyebutkan, Kemenparekraf akan mendukung Jateng melalui bimbingan teknis dan berbagai event, termasuk Solo Raya Great Sale, yang diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi baru. “Menteri akan hadir di Jateng untuk mendukung event-event ini,” tambahnya.

Pemprov Jateng telah melangkah jauh dengan mengembangkan SDM ekraf melalui pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi HKI, dan pembentukan Kabupaten/Kota Kreatif melalui PMK3I. Hingga kini, Pekalongan dan Surakarta telah masuk Unesco Creative Cities Network (UCCN) sejak 2014, sementara 17 kabupaten/kota lain, seperti Salatiga (kuliner) dan Kebumen (film), teruji petik PMK3I. Sebanyak 12 Kabupaten/Kota Kreatif juga telah ditetapkan Kemenparekraf, termasuk Semarang (fesyen) dan Rembang (kriya).

Meski begitu, tantangan seperti perbedaan nomenklatur perangkat daerah dan kurangnya integrasi kebijakan masih menghambat. “Menteri berharap nomenklatur ekraf disesuaikan dengan dinas daerah,” ungkap Luthfi. Pemprov Jateng terus mendorong Semarak KaTa Kreatif sejak 2023 sebagai wadah ekspresi dan jejaring pelaku ekraf.(*)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini