Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 6 Mei 2025 10:14 WIB

Gubernur Jateng: Bupati & Wali Kota Harus Kompak Wujudkan RPJMD 2025-2029


					Musrenbang RPJMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin, 5 Mei 2025. (Foto: Zulkarnain)

Perbesar

Musrenbang RPJMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin, 5 Mei 2025. (Foto: Zulkarnain)

Ahmad Luthfi Tekankan Sense of Crisis dan Kolaborasi Antar-Kepala Daerah

Panselanews.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta 35 bupati/wali kota dan wakilnya memiliki sense of crisis dan kekompakan dalam menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Hal ini disampaikan saat Musrenbang RPJMD di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin, 5 Mei 2025.

RPJMD Jateng 2025-2029 (Foto: Zulkarnain)

Luthfi menegaskan, bupati dan wali kota harus memiliki visi misi yang selaras untuk menyelesaikan persoalan daerah. “Kalau cepat, jangan mendahului. Kalau berat, diangkat bersama,” katanya, menekankan kolaborasi tanpa ego sektoral. Musrenbang menjadi pedoman agar pembangunan tidak parsial.

Ia menyinggung pentingnya birokrasi yang melayani dan terbuka. Pimpinan boleh mendelegasikan tugas, tetapi tanggung jawab tetap di tangan mereka. Luthfi juga meminta komunikasi dengan bawahan menggunakan bahasa lapangan yang solutif, sembari menjaga keterbukaan publik.

Musrenbang tingkat provinsi ini didahului oleh Musrenbang di tujuh karesidenan Jateng, memastikan sinkronisasi pembangunan. Fokus 2025 adalah infrastruktur jalan, pendidikan, dan pangan. Pada 2026, Jateng ditargetkan memperkuat swasembada pangan nasional, diikuti pengembangan pariwisata.

Luthfi menekankan kolaborasi antarwilayah untuk kesejahteraan masyarakat dan penurunan kemiskinan. Ia mencontohkan ketergantungan air Solo dari Klaten dan pasokan pangan Semarang dari Kendal. “Tak boleh ada bupati jalan sendiri, pembangunan harus terintegrasi,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini