Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Agu 2026 17:40 WIB

Puncak Musim Kemarau, Polda Jateng Perkuat Deteksi Dini dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan


					Puncak Musim Kemarau, Polda Jateng Perkuat Deteksi Dini dan Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan Perbesar

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Memasuki puncak musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Jawa Tengah terus meningkat. Salah satu kejadian terbaru terjadi di Kabupaten Banyumas, ketika jajaran Polsek Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, pada Kamis (30/7/2026).

Berkat sinergi seluruh unsur yang terlibat, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.02 WIB, sehingga tidak sempat meluas ke kawasan hutan di sekitarnya. Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meminimalkan dampak kebakaran sekaligus melindungi kawasan hutan dari kerusakan yang lebih besar.

Selain di Banyumas, dalam sepekan terakhir kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sejumlah wilayah lain, di antaranya Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Pati, dan Grobogan. Seluruh kejadian berhasil ditangani oleh petugas gabungan, namun menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas selama musim kemarau.

BACA JUGA  Kapolri Tegaskan TNI-Polri Tetap Solid Usai Insiden di Mapolres Tarakan

Di Kabupaten Wonogiri, kebakaran hutan rakyat terjadi pada 22 Juli 2026 di Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo. Berkat kerja sama Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke kawasan yang lebih luas.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Sukoharjo dan Grobogan. Dalam beberapa kejadian selama sepekan terakhir, petugas gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan sehingga kobaran api dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Sementara itu, di Kabupaten Pati, jajaran Polresta Pati secara aktif menindaklanjuti sejumlah titik panas (hotspot) yang terpantau melalui citra satelit NASA dan aplikasi Sipongi pada 29 hingga 30 Juli 2026 di wilayah Kayen, Sukolilo, Pucakwangi, dan Wedarijaksa.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sebagian besar hotspot berasal dari pembakaran sisa hasil pertanian, seperti daun tebu, batang jagung, janggel jagung, maupun semak belukar yang telah padam. Meski demikian, petugas tetap melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

BACA JUGA  Paskibraka Trenggalek Sukses Kibarkan dan Turunkan Bendera Dalam Peringatan HUT ke-80 RI

Belajar dari sejumlah kejadian tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombespol. Yuliyanto mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat langkah-langkah pencegahan. Seluruh Polres jajaran diinstruksikan meningkatkan patroli di kawasan hutan, perkebunan, lahan pertanian, serta wilayah lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran selama musim kemarau.

” Selain melakukan patroli, pemantauan hotspot berbasis data satelit juga terus dioptimalkan. Setiap titik panas yang terdeteksi segera diverifikasi oleh personel di lapangan agar kondisi sebenarnya dapat diketahui secepat mungkin, Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar ” ungkapnya pada Jumat (31/7)

Lebih lanjut Kombes Pol. Yuliyanto, juga mengatakan bahwa sebagian besar kebakaran lahan pada musim kemarau berawal dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat membersihkan lahan atau membakar sisa hasil panen.

“Musim kemarau ditambah hembusan angin, api yang awalnya kecil bisa dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan maupun sisa hasil pertanian tanpa pengawasan. Kalau memang terpaksa dilakukan, pastikan benar-benar aman dan jangan meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto.

BACA JUGA  Tiga Gempa Kecil Guncang Pacitan, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Ia menambahkan, Polda Jawa Tengah akan terus memperkuat patroli, meningkatkan pemantauan hotspot, serta mempererat koordinasi dengan BPBD, TNI, Perhutani, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga kelompok masyarakat. Menurutnya, keberhasilan mencegah karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

” Selain merusak lingkungan Karhutla juga dapat mengganggu kesehatan, merugikan sektor pertanian, bahkan membahayakan keselamatan jiwa. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Apabila melihat adanya titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditangani. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kita dapat mencegah karhutla dan menjaga Jawa Tengah tetap aman serta kondusif,” pungkasnya. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ahmad Luthfi Minta PMI Jateng Jadi Garda Terdepan Hadapi Kekeringan

1 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu di Karanganyar, Dua Pengedar Diamankan dengan 23 Paket Siap Edar

1 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Sambut Bulan Kemerdekaan, PJW Resmi Meluncurkan Program HALO PJW untuk Wadah Laporan Warga

30 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Trending di Berita Terkini