Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Jawa Tengah · 17 Mar 2025 23:08 WIB

Gubernur Jateng Dukung KIT Batang Jadi KEK, Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja


					Kunjungan direksi KIT Batang ke Kantor Gubernur Jateng pada Senin, 17 Maret 2025/ Foto: Zulkarnain Perbesar

Kunjungan direksi KIT Batang ke Kantor Gubernur Jateng pada Senin, 17 Maret 2025/ Foto: Zulkarnain

KIT Batang Segera Diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

PanselaNews.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang akan berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dalam kunjungan direksi KIT Batang ke Kantor Gubernur Jateng pada Senin, 17 Maret 2025, Luthfi menyebut status KEK ini akan menjadi pendorong pembangunan wilayah. Ia menegaskan bahwa pengembangan manusia harus selaras dengan potensi investasi di kawasan tersebut agar manfaatnya dirasakan masyarakat lokal. Pemerintah pusat rencananya akan segera meresmikan status ini dalam waktu dekat.

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang akan berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)./ Foto: Zulkarnain

Luthfi menekankan pentingnya jaminan keamanan, ketertiban, dan kepastian hukum bagi investor di KIT Batang. Direktur Utama PT KIT Batang, Ngurah Wirawan, memaparkan tiga fokus utama KEK: industri pengolahan, transportasi dan logistik, serta pariwisata dan properti. “Status KEK ini akan mempercepat investasi, tidak hanya di industri, tapi juga pariwisata, properti, dan logistik,” ujar Ngurah. Dengan variasi sektor tersebut, KIT Batang diharapkan menjadi kota mandiri yang mampu menggerakkan roda ekonomi lebih luas di Jawa Tengah.

BACA JUGA  Mobil Sedan Timor Ludes Terbakar di Ngadirojo Wonogiri, Alhamdulillah Sopir Selamat

Ngurah juga menyoroti potensi partisipasi masyarakat Kabupaten Batang dalam mendukung KEK. Selain menjadi pekerja pabrik, warga bisa mengembangkan usaha pendukung seperti jasa boga, katering, hingga layanan transportasi. “Kami ingin ekonomi masyarakat sekitar ikut berputar, misalnya melalui suplai pangan seperti sayur, telur, dan daging untuk kebutuhan kawasan,” tambahnya. Hingga kini, tujuh pabrik telah beroperasi di KIT Batang, menyerap 8.000 tenaga kerja, dengan total investasi mencapai lebih dari Rp 20 triliun dari 27 investor yang akan bergabung secara bertahap.

Baca juga: Irjen Pol Ahmad Luthfi Pimpin Sertijab Dansat Brimob Polda Jateng dan Kapolres Batang

Dari sisi serapan tenaga kerja, Ngurah menargetkan minimal 5.000 pekerja baru setiap tahun, dengan harapan mencapai 50.000 pekerja dalam satu dekade. Total lahan KIT Batang seluas 4.300 hektare, di mana 2.100 hektare untuk industri dan sisanya untuk sektor pendukung seperti pariwisata. Direktur Pemasaran dan Pengembangan KIT Batang, Indri Septa Respati, menyebut 14 investor baru sedang dalam proses persiapan groundbreaking. Kebijakan ini diyakini akan memperkuat posisi KIT Batang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.(*)

BACA JUGA  Irjen Pol Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Jaga Kehormatan dan Integritas Institusi

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar, Korbannya Warga Amerika Serikat

2 Juni 2026 - 20:10 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

2 Juni 2026 - 18:07 WIB

Trending di Berita Terkini