Dinas Pendidikan Ponorogo Latih 101 Guru SD untuk Koding dan AI
Panselanews [PONOROGO] – Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo menggelar pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk Guru Inovatif 2025, bekerja sama dengan Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Aswaja Nusantara Career Development Center, Mlangi, Yogyakarta. Bertempat di aula SMPN 1 Ponorogo, pelatihan ini berlangsung selama lima hari mulai Selasa (1/7/2025) dan diikuti oleh 101 guru SD yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel).
Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen untuk mewujudkan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkualitas, sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Peserta harus bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini agar ilmu yang didapat dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Nurhadi, Selasa (1/7/2025). Pelatihan ini mencakup materi inti KKA yang disesuaikan dengan jenjang SD, meliputi koding, kecerdasan artifisial, penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), evaluasi, serta praktik pembelajaran langsung (real teaching).
Para guru didampingi fasilitator dari LPD untuk memastikan penguasaan materi yang optimal. Nurhadi berharap ilmu yang diperoleh dapat disebarkan ke rekan guru lainnya untuk memperluas dampak program. Kegiatan ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOSP, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Nomor 5/B/HK.03.01/2025 tentang pelatihan KKA.
Dana BOSP Kinerja dialokasikan untuk mendukung kegiatan ini, dengan anggaran Rp22,5 juta untuk SD, guna membiayai pelatihan guru, penyediaan modul, dan pengembangan digitalisasi pembelajaran. Pelatihan serupa juga dijadwalkan untuk guru jenjang SMP dan SMA di Ponorogo, sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen mempersiapkan 59.546 sekolah di Indonesia untuk mengintegrasikan KKA dalam kurikulum 2025-2026.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital, kemampuan berpikir komputasional, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Editor: Tri Wahyudi










