Kontroversi Picu Pengunduran Diri, Tugas Berakhir 21 April 2025
PanselaNews.com, Jakarta – Hasan Nasbi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) efektif per 21 April 2025. Dalam video yang diunggah Total Politik pada Selasa (29/4/2025), ia menyatakan telah menandatangani surat pengunduran diri dan mengirimkannya kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.
Pengunduran diri ini dipicu oleh kontroversi pernyataannya terkait teror kepala babi yang diterima jurnalis Tempo pada Maret 2025. Hasan menyebut kiriman tersebut bisa “dimasak aja,” yang memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik dan organisasi pers. Pernyataan itu dianggap tidak sensitif terhadap ancaman kebebasan pers.
Sejak blunder tersebut, Hasan Nasbi jarang muncul di media, berbeda dari peran aktifnya sebelumnya dalam menyampaikan kebijakan presiden. Meski telah meminta maaf, tekanan publik terus meningkat, termasuk desakan agar ia dicopot. Presiden Prabowo menyebut pernyataannya sebagai “salah ucap” dan “teledor” dalam wawancara di Hambalang, Bogor.
“Maka pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba,” ujar Hasan dalam videonya, menandakan keputusan pamitnya. Selain kontroversi, isu kendala anggaran PCO disebut-sebut turut memengaruhi keputusannya. Pengunduran ini meninggalkan tantangan bagi PCO untuk menata ulang komunikasi strategis pemerintahan.
Kejadian ini memicu diskusi tentang pentingnya sensitivitas pejabat publik dalam menanggapi isu sensitif. Masyarakat berharap pengganti Hasan dapat membangun komunikasi yang lebih empati dan mendukung demokrasi. Peristiwa ini menjadi pengingat akan perlunya menjaga kebebasan pers dan tanggung jawab dalam berucap.












