Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 29 Apr 2025 14:39 WIB

Hasan Nasbi Mundur dari Kepala PCO Usai Blunder Teror Kepala Babi Tempo


					Hasan Nasbi (Foto: Ist) Perbesar

Hasan Nasbi (Foto: Ist)

Kontroversi Picu Pengunduran Diri, Tugas Berakhir 21 April 2025

PanselaNews.com, Jakarta – Hasan Nasbi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) efektif per 21 April 2025. Dalam video yang diunggah Total Politik pada Selasa (29/4/2025), ia menyatakan telah menandatangani surat pengunduran diri dan mengirimkannya kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.

Pengunduran diri ini dipicu oleh kontroversi pernyataannya terkait teror kepala babi yang diterima jurnalis Tempo pada Maret 2025. Hasan menyebut kiriman tersebut bisa “dimasak aja,” yang memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik dan organisasi pers. Pernyataan itu dianggap tidak sensitif terhadap ancaman kebebasan pers.

Sejak blunder tersebut, Hasan Nasbi jarang muncul di media, berbeda dari peran aktifnya sebelumnya dalam menyampaikan kebijakan presiden. Meski telah meminta maaf, tekanan publik terus meningkat, termasuk desakan agar ia dicopot. Presiden Prabowo menyebut pernyataannya sebagai “salah ucap” dan “teledor” dalam wawancara di Hambalang, Bogor.

“Maka pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba,” ujar Hasan dalam videonya, menandakan keputusan pamitnya. Selain kontroversi, isu kendala anggaran PCO disebut-sebut turut memengaruhi keputusannya. Pengunduran ini meninggalkan tantangan bagi PCO untuk menata ulang komunikasi strategis pemerintahan.

Kejadian ini memicu diskusi tentang pentingnya sensitivitas pejabat publik dalam menanggapi isu sensitif. Masyarakat berharap pengganti Hasan dapat membangun komunikasi yang lebih empati dan mendukung demokrasi. Peristiwa ini menjadi pengingat akan perlunya menjaga kebebasan pers dan tanggung jawab dalam berucap. 

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Evakuasi Jasad Pria Gantung Diri di Baturetno

6 Juni 2026 - 06:42 WIB

Hasil FIFA Matchday: Timnas Indonesia Vs Oman, Skuad Garuda Menang Telak 3-0

6 Juni 2026 - 01:48 WIB

Perangkat Desa se-Kecamatan Selogiri Ngluruk ke Kantor Pemkab Wonogiri, Desak Evaluasi Kinerja Camat Fredy Sasono

5 Juni 2026 - 19:59 WIB

Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika

5 Juni 2026 - 18:37 WIB

Sekda Trenggalek Pimpin Kerja Bakti di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

5 Juni 2026 - 11:07 WIB

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.
Trending di Berita Terkini