Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 1 Sep 2025 21:38 WIB

Hendak Lakukan Aksi Anarkis di Wonogiri, Delapan Anak Diamankan Polisi


					Hendak Lakukan Aksi Anarkis di Wonogiri, Delapan Anak Diamankan Polisi Perbesar

Momen haru saat orang tua menjemput anaknya di Mapolres Wonogiri, Senin, 01 September 2025. Foto: Istimewa

 

PanselaNews.com [WONOGIRI] – Polres Wonogiri mengamankan delapan anak di bawah umur pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Delapan anak itu disebut berniat melakukan aksi anarkis. Polisi mengamankan barang bukti berupa bom molotov yang rencananya akan dilempar ke DPRD Wonogiri dan Polsek Wonogiri Kota.

Usai tertangkap dan dilakukan pembinaan, delapan anak itu diserahkan kepada orang tua, pihak sekolah dan kades wilayahnya di Mapolres Wonogiri pada Senin, 01 September 2025.

Suasana haru terasa saat anak-anak itu meminta maaf kepada orang tuanya. Bahkan, jajaran Forkompimda yang hadir termasuk Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno nampak beberapa kali menyeka air matanya.

Para orang tua anak mengaku kaget. Bahkan ada orang tua yang dipamiti membeli deker tangan. Bahkan orang tua juga meminta maaf kepada seluruh pihak, utamanya masyarakat Wonogiri.

BACA JUGA  Trenggalek Economic Run 2024 Digelar, Ini Kata Bupati Mas Ipin

Adapun delapan anak yang diamankan adalah berinisial N, Dz, De, Da, Di, A, L, dan H. Mereka berasal dari Kecamatan Wonogiri Kota dan Ngadirojo. Selain itu, delapan anak itu masih duduk di bangku SMP-SMA/SMK.

Kapolres Wonogiri AKPB Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., mengatakan pihaknya melakukan upaya untuk menjaga kamtibmas. Termasuk melakukan pencegahan adanya aksi anarkis di tengah situasi nasional yang sangat dinamis.

Adapun penangkapan anak-anak itu bermula ketika mereka berkumpul pada Minggu. Ada juga yang melakukan tindakan bleyer-bleyer di tempat umum.

“Dari Polres Wonogiri mengamankan. Setelah kita selidiki, anak-anak ini ternyata akan berbuat yang semestinya tidak dilakukan oleh pelajar,” ujar Kapolres.

Sejumlah alat bukti diamankan, diantaranya adalah bom molotov yang dibuat anak-anak dan disimpan di rumah. Bom itu rencananya akan dilemparkan ke Gedung DPRD Wonogiri dan Polsek Wonogiri Kota.

Kapolres menerangkan, usai delapan anak itu diamankan pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah dan forkompimda.

BACA JUGA  ​Mari Urus Perihal Pertanahan melalui Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) di Kantor Pertanahan Wonogiri, Catat Waktunya

“Hari ini forkompimda bekerjasama melakukan pembinaan kepada anak di bawah umur. Semoga bisa dilakukan pembinaan agar mereka menjadi lebih baik,” kata dia.

Atas hal ini, pihaknya mengimbau penjual bensin eceran untuk tidak menjual begitu saja. Apalagi jika ada potensi bensin digunakan untuk membuat barang berbahaya. Polisi juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Delapan anak itu akan mendapatkan pembinaan di rumah rehabilitasi sosial Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri untuk beberapa waktu ke depan.

Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan Pemkab Wonogiri berterima kasih kepada TNI/Polri yang telah bersinergi untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif di Kota Sukses.

“Setelah ini pembinaan kepada anak-anak. Untuk waktunya kita koordinasikan, apakah sepekan atau dua pekan. Yang terpenting tidak mengganggu efektifitas belajar anak,” papar dia.

Imron menegaskan, anak-anak akan dibina agar menjadi lebih baik. Diharapkan, hal seperti ini juga tak terulang kembali.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono mengatakan anak-anak perlu dibentengi dari kelompok yang mencoba memanfaatkannya. Utamanya agar tak dimanfaatkan untuk melakukan tindakan anarkis.

BACA JUGA  Kecelakaan Beruntun di Selogiri Wonogiri, 4 Orang Luka-luka

“Dengan ini, anak yang lain pasti berpikir kalau mau melakukan hal serupa. Harapan kita, ini tidak membesar,” kata dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Tjut Zelvira Nofani menambahkan anak-anak itu harus dibina. Hal itu supaya ada efek jera.

“Biar tidak terulang lagi. Sekaligus digali potensi keahliannya. Kita bina disitu supaya lebih baik lagi,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Wonogiri Suryo Suminto juga mengajak masyarakat Wonogiri untuk tidak terprovokasi. Selain itu, delapan anak itu dimaafkan.

“Dibina supaya lebih baik. Masyarakat jangan terprovokasi dan tetap jaga kondusifitas,” kata dia.

Sekda Wonogirj FX Pranata juga memastikan bahwa rumah rehabilitasi sosial Dinsos Wonogiri telah siap digunakan untuk pembinaan delapan anak itu.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Weda Hendragiri Kembali Terpilih Sebagai Ketua Umum Pengkab IPSI Wonogiri Periode 2026–2030

17 April 2026 - 17:50 WIB

Aktif dan Adaptif di Era Digital, Bidhumas Polda Jateng Raih Tiga Penghargaan Nasional

17 April 2026 - 14:43 WIB

Batu Tebing Timpa Mobil Fortuner di KM 16 Trenggalek-Ponorogo, Jalur Ditutup

17 April 2026 - 10:30 WIB

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Trending di Berita Terkini