Sistem Hujan Meluas di Jabodetabek, Purwakarta, Bandung, dan Jateng
Panselanews.com [JAKARTA] – Peneliti klimatologi BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin, memperingatkan potensi banjir akibat hujan deras yang melanda Jakarta, Bekasi, Purwakarta, Bandung, dan sebagian Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat sore (16/5/2025). Melalui akun X @EYulihastin, Erma menyebut sistem hujan ini meluas, saling terkoneksi, dan berpotensi berlangsung lama.
“Sistem hujan deras terbentuk merata di Jakarta-Bekasi-Purwakarta-Bandung dan Jateng. Waspada banjir! Keep safe!” tulis Erma di X, Jumat (16/5/2025). Ia menjelaskan hujan ini awalnya terbentuk dari sel konvektif lokal di Purwakarta sejak malam hari, kemudian berkembang menjadi sistem hujan skala meso yang lebih besar.
Erma mencatat kondisi ini diperparah oleh pembentukan badai vorteks di Samudra Hindia, yang memicu hujan di Jawa, termasuk Jateng. “Peningkatan hujan di Jawa terkait konvergensi akibat suhu laut yang memanas,” ujarnya. Fenomena ini menunda awal musim kemarau di beberapa wilayah, meningkatkan risiko banjir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga memprediksi hujan lebat di Jabodetabek dan Jawa hingga akhir Mei 2025. Warga diminta memantau prakiraan cuaca melalui situs resmi BMKG atau aplikasi seperti JAKI untuk Jakarta. BPBD DKI telah menyiagakan tim untuk memantau genangan dan mengoperasikan pompa air.
Warga Bekasi dan Jakarta diimbau waspada terhadap luapan sungai seperti Kali Bekasi dan Ciliwung, yang debitnya meningkat akibat hujan di daerah hulu seperti Bogor. “Hujan ekstrem kini lebih sering akibat perubahan iklim,” kata Erma, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah lokal.
Pemerintah daerah diminta memperkuat tanggul dan drainase untuk mengurangi dampak banjir. Erma juga mengajak masyarakat melaporkan potensi genangan ke BPBD setempat dan menghindari aktivitas di area rawan banjir. Dengan cuaca ekstrem yang kian tak terduga, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci mitigasi bencana.
Editor: Tri Wahyudi












