Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 16 Mei 2025 18:06 WIB

Hujan Deras Ancam Banjir Jakarta hingga Jateng, Prof Erma Imbau Waspada


					Foto: tangkapan layar prakiraan cuaca (BMKG)

Perbesar

Foto: tangkapan layar prakiraan cuaca (BMKG)

Sistem Hujan Meluas di Jabodetabek, Purwakarta, Bandung, dan Jateng

Panselanews.com [JAKARTA] – Peneliti klimatologi BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin, memperingatkan potensi banjir akibat hujan deras yang melanda Jakarta, Bekasi, Purwakarta, Bandung, dan sebagian Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat sore (16/5/2025). Melalui akun X @EYulihastin, Erma menyebut sistem hujan ini meluas, saling terkoneksi, dan berpotensi berlangsung lama.

“Sistem hujan deras terbentuk merata di Jakarta-Bekasi-Purwakarta-Bandung dan Jateng. Waspada banjir! Keep safe!” tulis Erma di X, Jumat (16/5/2025). Ia menjelaskan hujan ini awalnya terbentuk dari sel konvektif lokal di Purwakarta sejak malam hari, kemudian berkembang menjadi sistem hujan skala meso yang lebih besar.

Erma mencatat kondisi ini diperparah oleh pembentukan badai vorteks di Samudra Hindia, yang memicu hujan di Jawa, termasuk Jateng. “Peningkatan hujan di Jawa terkait konvergensi akibat suhu laut yang memanas,” ujarnya. Fenomena ini menunda awal musim kemarau di beberapa wilayah, meningkatkan risiko banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga memprediksi hujan lebat di Jabodetabek dan Jawa hingga akhir Mei 2025. Warga diminta memantau prakiraan cuaca melalui situs resmi BMKG atau aplikasi seperti JAKI untuk Jakarta. BPBD DKI telah menyiagakan tim untuk memantau genangan dan mengoperasikan pompa air.

Warga Bekasi dan Jakarta diimbau waspada terhadap luapan sungai seperti Kali Bekasi dan Ciliwung, yang debitnya meningkat akibat hujan di daerah hulu seperti Bogor. “Hujan ekstrem kini lebih sering akibat perubahan iklim,” kata Erma, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah lokal.

Pemerintah daerah diminta memperkuat tanggul dan drainase untuk mengurangi dampak banjir. Erma juga mengajak masyarakat melaporkan potensi genangan ke BPBD setempat dan menghindari aktivitas di area rawan banjir. Dengan cuaca ekstrem yang kian tak terduga, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci mitigasi bencana.

Editor: Tri Wahyudi

BACA JUGA  Nathalie Holscher Disawer Rp150 Juta, Bupati Sidrap Tuntut Maaf
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Evakuasi Jasad Pria Gantung Diri di Baturetno

6 Juni 2026 - 06:42 WIB

Hasil FIFA Matchday: Timnas Indonesia Vs Oman, Skuad Garuda Menang Telak 3-0

6 Juni 2026 - 01:48 WIB

Perangkat Desa se-Kecamatan Selogiri Ngluruk ke Kantor Pemkab Wonogiri, Desak Evaluasi Kinerja Camat Fredy Sasono

5 Juni 2026 - 19:59 WIB

Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika

5 Juni 2026 - 18:37 WIB

Sekda Trenggalek Pimpin Kerja Bakti di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

5 Juni 2026 - 11:07 WIB

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.
Trending di Berita Terkini