Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 13 Mei 2025 16:17 WIB

Hujan Guyur Jateng-Jatim, Badai Vortex dan Konvergensi Picu Cuaca Ekstrem


					Sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), termasuk Pulau Madura, kembali diguyur hujan merata (Foto: @EYulihastin)

Perbesar

Sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), termasuk Pulau Madura, kembali diguyur hujan merata (Foto: @EYulihastin)

Peningkatan Hujan di Jawa Dipicu Pemanasan Suhu Laut

Panselanews.com [JAKARTA] – Sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), termasuk Pulau Madura, kembali diguyur hujan merata, sebagaimana diungkapkan Prof. Dr. Erma Yulihastin melalui akun X @EYulihastin, Selasa 13 Mei 2025. Peningkatan intensitas hujan ini dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem yang melibatkan pembentukan badai vortex dan konvergensi.

Dalam cuitannya, Erma menjelaskan bahwa hujan di Jawa terkait dengan pembentukan badai vortex di Samudra Hindia, dekat pesisir barat Sumatra. “Badai vortex ini memengaruhi pola cuaca di wilayah Jawa, diperparah oleh konvergensi akibat pemanasan suhu laut,” tulisnya. Fenomena ini menyebabkan distribusi hujan yang merata, termasuk di wilayah yang jarang mengalami curah hujan tinggi seperti Madura.

Badai vortex adalah pusaran angin skala besar yang dapat memicu hujan lebat dan angin kencang. Menurut Erma, pemanasan suhu laut di sekitar Jawa memperkuat konvergensi, yaitu pertemuan massa udara yang meningkatkan potensi hujan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari, memengaruhi aktivitas masyarakat di Jateng dan Jatim.

“Hujan merata ini bisa berdampak pada sektor pertanian, transportasi, dan potensi banjir di daerah rawan,” ujar Erma dalam wawancara lanjutan dengan media. Ia menyarankan masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca melalui sumber resmi seperti BMKG guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.

Pemprov Jateng dan Jatim telah menginstruksikan BPBD setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir dan longsor, terutama di wilayah dengan topografi rendah. Beberapa wilayah seperti Surabaya, Malang, dan Semarang melaporkan genangan air di sejumlah titik akibat hujan deras sejak Senin malam.

Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan memastikan saluran air di lingkungan mereka tidak tersumbat. BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan berlanjut hingga pertengahan Mei, seiring dinamika cuaca regional yang dipengaruhi fenomena vortex dan pemanasan laut.

Editor: Tri Wahyudi

BACA JUGA  Menteri Nusron Sosialisasikan Urgensi Pendaftaran Tanah Ulayat di Kalimantan Selatan
Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini