Dalam peringatan HUT ke-20 Himpaudi ini, bunda PAUD Kabupaten Trenggalek itu tidak lupa mengucapkan selamat atas capaian usia organisasi profesi guru PAUD.
PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Anggota DPR RI Dapil VII Jatim yang juga Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menghadiri peringatan HUT ke-20 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia [Himpaudi], di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Trenggalek, Jumat 18 September 2025.
Novita berharap lembaga ini bisa berkontribusi aktif untuk nusa dan bangsa.
Peran Himpaudi dalam membersamai pendidikan anak usia dini di Trenggalek memang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek tentunya suatu kebanggaan karena bisa membersamai Himpaudi dalam mendidik anak-anak usia PAUD di Kabupaten Trenggalek dengan baik.
Ia percaya dengan bimbingan, hati dan lisan para guru PAUD, akan lahir pemimpin bangsa.
Menurutnya usia 20 tahun itu merupakan usia yang mekar. “Saya berharap Himpaudi di usia 20 tahun ini bisa dapat kebaikan dan keberuntungan di tahun-tahun yang akan datang,” kata Novita.
Dengan semangat, cinta, gejolak dan gairah yang baru, sambung Founders UPRINTIS Indonesia itu “saya percaya Himpaudi dengan kesolidannya, akan mampu memecahkan permasalahan di lapangan. Khususnya dalam menjaga komitmen mencetak generasi unggul kedepannya, melalui sekolah-sekolah yang dibina,” imbuhnya.
Tidak perlu diragukan lagi gerakan Himpaudi dalam membersamai lembaga pendidikan PAUD. Begitu juga dalam berkontribusi terhadap bangsa dan negara, khususnya di Kabupaten Trenggalek. “Terima kasih kepada Himpaudi yang telah mengabdikan diri untuk anak anak di Kabupaten Trenggalek ini. Saya percaya dengan setiap kebaikan yang kita lakukan setiap hari akan menjadi sedekah. Dan setiap sedekah akan selalu dicatat oleh Allah SWT. Karena setiap kebaikan akan membawa keberuntungan,” jelasnya.
Anggota Komisi VII DPR-RI itu juga menyinggung terkait dengan tantangan pendidikan yang tidak mudah. Standart pendidikan dirasa masih kurang. Penggiat perempuan itu mendorong perlunya guru juga mengajarkan tentang kejujuran, tentang kemandirian dan yang paling penting tentang keikhlasan.
Karena Karakter Building di usia anak-anak emas menjadi pondasi penting kehidupan Indonesia kedepan. Menekankan pentingnya kejujuran, karena menurut Novita banyak orang pintar tapi kurang jujur. “Bangsa ini banyak orang pintar tapi kurang orang jujur. Dengan bimbingan, hati dan lisan para guru PAUD, semoga banyak akan lahir pemimpin bangsa berkualitas kedepan,” tandasnya.
Editor: Sarno Kenes










