Mardani Ali Sera mengajak Indonesia belajar dari Vietnam, demi mencapai target 8% di 2025 dan 10% di 2026
PanselaNews.com, Jakarta – Di tengah dinamika global yang terus bergulir, Indonesia diberikan tantangan besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah dengan mereformasi birokrasi. Hal ini disampaikan oleh Mardani Ali Sera melalui akun media sosialnya, @MardaniAliSera. Ia menegaskan, “Reformasi birokrasi sederhananya miskin struktur dan kaya fungsi. Jumlah kementerian/lembaga setingkat menteri sedikit dan fungsinya diperbanyak.”
Mardani juga mengomentari langkah Vietnam yang sedang berbenah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% di tahun 2025 dan 10% di tahun 2026. “Vietnam, dengan segala keterbatasannya, berhasil mengejar target ambisius. Indonesia, sebagai negara besar dengan potensi yang melimpah, sebenarnya memiliki peluang yang sama, bahkan lebih besar. Yang terpenting adalah kita harus bekerja cerdas dan tuntas,” ujarnya.
Tanggapan menarik juga datang dari akun @AbiebSyah087021, yang merujuk pada buku “Reinventing Bureaucracy” dan “Banishing Bureaucracy” karya David Osborne. “Pasca reformasi 1998, ada dua bacaan menarik yang menekankan pentingnya menyederhanakan kelembagaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Bukan malah menggemukkan lembaga dengan beban negara yang besar. Ini adalah efek politik balas budi yang harus kita waspadai,” jelasnya.
Baca juga: Sinergitas TNI-Polri Menuju Indonesia Emas 2045: Kapolri Paparkan Program Strategis
Dari diskusi ini, terlihat jelas bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar pengurangan jumlah lembaga, melainkan peningkatan kualitas fungsinya. Dengan struktur yang lebih ramping dan fungsi yang lebih jelas, birokrasi dapat menjadi mesin yang lebih efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.(*)









