Membangun Budaya Sadar Risiko untuk Masa Depan yang Tangguh
Panselanews.com [JAKARTA] – PT Jasa Raharja menggelar acara Risk Management Update 2025 di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola perusahaan dan budaya sadar risiko di kalangan internal. Bertema Empowering People, Strengthening Risk Culture: Dari Kesadaran Menuju Ketangguhan, acara ini dihadiri oleh para kepala unit kerja, kepala kantor wilayah, dan kepala cabang Jasa Raharja, baik secara luring maupun daring.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran bersama tentang pentingnya manajemen risiko dalam mendukung visi perusahaan sebagai penyelenggara perlindungan dasar yang kompeten dan terpercaya. Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, menegaskan bahwa penguatan budaya sadar risiko menjadi fondasi utama keberlangsungan organisasi di tengah dinamika lingkungan eksternal yang penuh ketidakpastian.

Narasumber acara, Kun Wahyu Wardana, ahli asuransi dan manajemen risiko (Foto: Doc. Jasa Raharja)
Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kecurangan (fraud), yang dapat merusak reputasi dan keberlangsungan perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. “Saat menghadapi kondisi tertentu, kita perlu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil langkah mitigasi. Risiko fraud harus dihindari untuk menjaga kepercayaan stakeholder,” ujar Harwan. Ia mengajak seluruh insan Jasa Raharja untuk mendalami pemahaman tentang risiko fraud, termasuk ciri-ciri, faktor pemicu internal, dan pengaruh eksternal yang dapat mendorong tindakan tersebut.
Narasumber acara, Kun Wahyu Wardana, ahli asuransi dan manajemen risiko, menekankan bahwa keberhasilan sistem manajemen risiko bergantung pada pola pikir (risk mindset) sumber daya manusia. “Sehebat apapun sistemnya, tanpa dukungan pola pikir yang tepat, manajemen risiko tidak akan efektif,” ungkapnya. Mengutip David Hillson, The Risk Doctor, Kun menjelaskan bahwa risiko adalah bagian alami dari kehidupan dan dapat dikelola untuk diubah menjadi peluang. “Dengan perspektif bahwa risiko dapat dikelola, kita tidak lagi menjadi korban, melainkan menciptakan kemenangan dari situasi tersebut,” tambahnya.
Acara ini menjadi pengingat bahwa manajemen risiko bukan hanya alat untuk menghindari kerugian, melainkan budaya yang harus tertanam di setiap individu. Dengan mengedepankan integritas, kesadaran, dan ketangguhan, Jasa Raharja berkomitmen memperkuat kapasitas internal untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan mencapai tujuan strategis perusahaan. (Triantotus)
Editor: Tri Wahyudi










