Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 4 Jun 2025 16:20 WIB

Jateng Luncurkan Mageri Segoro, Tanam Mangrove Cegah Abrasi Pesisir


					Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (Foto: Zulkarnain)

Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (Foto: Zulkarnain)

Gubernur Ahmad Luthfi Pimpin Rehabilitasi Hutan Pantai Mulai 5 Juni

Panselanews.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara dan berbagai pemangku kepentingan untuk meluncurkan program Mageri Segoro, sebuah inisiatif penanaman mangrove dan rehabilitasi hutan pantai guna mengatasi abrasi dan penurunan muka tanah di wilayah pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Program ini akan dimulai serentak pada Kamis (5/6/2025), dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi.

“Saya serius dengan mangrove ini. Mageri Segoro adalah bukti komitmen kita untuk menjaga ekosistem pesisir,” ujar Luthfi saat menerima audiensi Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara di Kantor Gubernur, Semarang, Rabu (4/6/2025). Ia menginstruksikan 17 kepala daerah di wilayah pesisir untuk menetapkan target penanaman mangrove dan melaporkan perkembangannya secara rutin.

Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang 971,52 km, terdiri dari 645,08 km di Pantura dan 326,44 km di pantai selatan, dengan luas hutan mangrove mencapai 16.102,02 hektare pada 2024. Namun, antara 2013 hingga 2021, abrasi melanda 4.993,87 hektare pesisir, dengan penurunan muka tanah di Pantura mencapai 8-14 cm per tahun, bahkan lebih di beberapa daerah.

Ketua Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara, Ardas Patra, menyebut potensi mangrove Jateng mencapai 44.000 hektare, dengan 15.000 hektare telah ditanami. Namun, 90% di antaranya bermasalah akibat kurangnya perawatan. “Kami menargetkan menata 30.000 hektare dalam lima tahun secara bertahap, dengan pendekatan kolaboratif,” ujarnya.

Ardas menegaskan, sesuai arahan Gubernur, penanaman mangrove tidak boleh dilakukan secara sporadis. “Kami perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk skema insentif bagi masyarakat yang merawat mangrove, seperti penyediaan ikan atau kegiatan ekonomi lainnya,” jelasnya. Ia juga mencatat bahwa beberapa wilayah, seperti di Pemalang, belum bisa ditanami karena banjir rob, sehingga penanaman akan dilakukan bertahap, dengan agenda lanjutan pada 18 Juni 2025.

Program Mageri Segoro melibatkan pemerintah daerah, Perhutani, komunitas lokal, dan sektor swasta untuk memastikan keberlanjutan ekosistem mangrove. Gubernur menekankan pentingnya perawatan pasca-penanaman agar pohon mangrove dapat bertahan dan memberikan manfaat jangka panjang, seperti perlindungan pesisir, peningkatan biodiversitas, dan penguatan ekonomi lokal.(*)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Trending di Berita Terkini